Pelajar Kota Jogja Beradu Kreativitas dan Imajinasi melalui Mural

Akurat.co,Jogja-Tangan-tangan jail remaja usia pelajar kerap membuat tembok-tembok kota kotor melalui coretan yang tak pantas.
Padahal itu bisa jadi sebuah potensi seni, imajinasi, dan kreativitas.
Pemkot Jogja pun mencoba mengarahkan kreativitas dan imajinasi itu melalui sarana lomba mural HUT ke-270 Kota Jogja.
Kompetisi ini diikuti 74 tim dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Bantaran Kali Code Kini Dihiasi Mural Karya Seniman Yogyakarta dan Luar Kota
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengungkap, lomba dilaksanakan guna melatih anak-anak mengekspresikan kemampuan seninya sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang bagus, bagaimana Kota Yogyakarta ke depan bisa lebih baik lagi.
Budaya yang kuat, Kota Jogja yang bersih, kota yang berbudaya, dan sebagainya,” ujar Budi.
Menurutnya, lomba mural bukan sekadar ajang adu kreativitas, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan aksi nyata dalam menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter melalui karya seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ini kan aksi nyata pelajar. Sekaligus P5 pembangunan moral, sekaligus ada pesan-pesannya disetiap gambar mereka,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Antonius Andro Putra, dari SMP Yohanes Bosco Yogyakarta mengungkap makna goresan yang dia kerjakan.
Ia mengangkat kisah seorang dalang yang bercerita tentang Yogyakarta melalui tokoh wayang dan simbol budaya.
“Temanya ada dalang, bercerita tentang Jogja. Di dalamnya ada wayang, ceritanya di dalam gunungan,” jelas Antonius.
Ia menjelaskan, gunungan dalam karyanya terdapat seseorang yang sedang membersihkan kawasan Pantai Parangtritis sambil bermain layang-layang.
Karya tersebut juga menampilkan aktivitas bermain gamelan serta tokoh Hanoman yang sedang membersihkan Jalan Malioboro dan kawasan di depan kantor.
Melalui perpaduan unsur tradisional dan pesan kebersihan, Antonius ingin menggambarkan kekayaan budaya Yogyakarta sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Sementara itu, Zulfa Konita dari SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta mengangkat tema kebersihan lingkungan melalui ilustrasi isi kepala seseorang yang menggambarkan berbagai hal tentang Yogyakarta.
“Kami menggambarkan wajah seseorang dengan menampilkan isi pikirannya, kami gambar ada tugu, ada sungai code, kemudian sampah-sampah dan beberapa yang berusaha membersihkan sampah tersebut,” katanya.
Gagasan tersebut menjadi cara Zulfa menuangkan pandangannya tentang kota tempat ia tinggal, sekaligus menyampaikan pesan bahwa kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dapat dimulai dari pemikiran dan kesadaran setiap individu.
Keren, kan imajinasi mereka?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









