Tekan Inflasi, Sleman dan Magelang Resmikan Kerja Sama Gendhon Rukun

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi menjalin kerja sama lintas daerah yang ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah.
Penandatanganan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Bupati Magelang, yang diwakilikan oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid, di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Selasa (13/10/12016).
Sesuai dokumen kesepakatan bernomor 144/PK.KDH/A/2026 dan 100.3.7/78/01.01/2026 tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar, non-pelayanan dasar, hingga urusan pilihan.
Fokus pemanfaatan sektor ini meliputi pertanian, ketahanan pangan, perdagangan, koperasi dan UMKM, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif di kedua daerah dengan jangka waktu lima tahun.
Baca Juga: Hanya 28,49% Jalan di Sleman yang Kondisinya Baik, Segini Anggaran Perbaikannya...
Kedua wilayah yang memang bertetangga tersebut berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya secara berkelanjutan guna menekan laju inflasi.
Termasuk memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, komoditas gabah dan cabai merupakan penyumbang utama inflasi di kedua wilayah akibat fluktuasi harga dan gangguan musim.
Oleh karena itu, sinergi ini bertujuan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan ketika salah satu daerah mengalami defisit produksi.
Baca Juga: Batas Kelurahan Sleman Tuntas 100%, Sejarah Baru Bagi DIY?
"Kita ingin membangun hubungan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sesaat. Tetapi menciptakan rantai pasokan yang lebih pasti, berkesinambungan, dan saling menguntungkan," ujar Harda.
Ia menambahkan, kerja sama ini dijiwai oleh semangat kearifan lokal Gendhon Rukun yang mengedepankan nilai kebersamaan, kerukunan dan keselarasan.
Dengan semangat tersebut, perbedaan potensi antarwilayah justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Sahid, mengungkapkan, sinergi business-to-business (B2B) secara riil sebenarnya telah berjalan sejak 2023.
Baca Juga: Antisipasi Banjir Sleman, Pemkab Petakan 3 Wilayah Fokus Mitigasi
Hal itu terlihat dari pasokan gabah padi organik dari Gapoktan Sidomulyo Sleman ke Kelompok Tani Mudi Makmur Magelang, serta kerja sama antar-simpul komoditas cabai.
Kedekatan geografis dan karakteristik agroklimat yang serupa memberikan efisiensi logistik yang luar biasa, terutama dalam meminimalkan biaya transportasi serta risiko kerusakan pangan.
"Penandatanganan hari ini menjadi komitmen formal sekaligus payung hukum untuk membangun ekosistem rantai pasok yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan," jelas Sahid.
Sahid juga menegaskan, dokumen kesepakatan ini memerlukan langkah konkret di lapangan. Seluruh perangkat daerah terkait diimbau untuk segera menindaklanjutinya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang operasional, jelas, terukur dan akuntabel di level dinas maupun badan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









