Mahasiswa UMY Ubah Limbah Ternak jadi Kompos Bernilai Ekonomi

Akurat.co,Jogja-Di Dusun Puluhan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul, limbah kotoran ternak kambing cukup mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap.
Keadaan ini memunculkan keprihatinan sekaligus ide dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk mengatasinya.
Tim Young Sustainable Initiative (YSI) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KMFT) UMY akhirnya membuat solusi melalui program inovatif “Argo Kompos”.
Ketua tim, Ahlan Murtaqi, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap dampak limbah ternak, terutama pelepasan gas metana yang berkontribusi pada efek rumah kaca.
“Kami melihat potensi besar dari limbah ternak yang selama ini dianggap masalah. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ini bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya dikutip dari laman resmi UMY.
Bekerja sama dengan Kelompok Ternak Kambing Maju Mandiri, tim YSI BEM KMFT UMY membangun kolam kompos berukuran 2,5 x 5 meter dengan tinggi 60 sentimeter. Kolam tersebut dirancang khusus untuk mempercepat proses pengomposan.
“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberikan pelatihan teknis agar kelompok ternak mandiri dalam mengelola kolam kompos ini,” tambah Ahlan.
Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Kepala Dusun Puluhan, Teguh Purwanto, menyambut baik langkah ini.
“Kolam kompos ini adalah langkah awal yang positif. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi dusun lain di Argomulyo,” katanya.
Untuk menjadikan limbah kotoran menjadi kompos, kotoran kambing yang terkumpul dicampur dengan cairan EM4 dan tetes tebu untuk mempercepat fermentasi.
Baca Juga: Kebutuhan Listrik DIY Banyak di Rumah Tangga dan Pariwisata, PLN Diminta Menyesuaikan
Dalam 3–4 minggu, kompos sudah siap digunakan sebagai pupuk alami untuk pertanian atau dijual, sehingga menambah pendapatan warga.
“Program ini berdampak luas, tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkas Ahlan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 6Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









