Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diterapkan Diseluruh Sekolah dan Kampus DIY

Akurat.co,Jogja-Pendidikan Khas Kejogjaan atau PKJ akan diterapkan diseluruh sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai tahun ajaran baru 2026-2027.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah meminta langsung kepada Dewan Pendidikan DIY untuk menerapkannya mulai tahun ajaran baru mendatang.
Seusai bertemu gubernur, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Sutrisna Wibawa menyampaikan, Sri Sultan mengarahkan agar PKJ dapat segera diberlakukan di semua sekolah maupun perguruan tinggi di DIY.
Baca Juga: UMY Luncurkan Palestine Center for Global Peace, Upaya Dakwah Islam melalui Pendidikan
“Memang harus kami akui pelaksanaan PKJ belum di semua sekolah," katanya, Senin (23/2/2026).
"Dan tadi kami diminta untuk segera ada kepyakan atau peresmian untuk dilakukan di semua sekolah, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan juga perguruan tinggi,” imbuhnya, dikutip dari laman resmi Pemda DIY.
PKJ bawa dampak positif
Sutrisna mengungkap, dari hasil evaluasi terhadap uji coba PKJ di 10 sekolah, menunjukkan pengaruh yang cukup baik keilmuan ini terhadap karakter peserta didik.
Pada indikator pengukuran karakter, dengan skala 1 sampai 5, nilai rata-rata berada di angka 4,1.
“Artinya ini sudah bagus. Karena itu kami pun merasa sekolah lain perlu untuk melaksanakannya juga,” katanya.
Sutrisna menjelaskan, PKJ adalah pendidikan tentang nilai-nilai Jogja yang terkait dengan karakter.
Baca Juga: RSUP Dr. Sardjito Buka Pendidikan Spesialis Kedokteran Nuklir
Meski menyandang istilah pendidikan, namun PKJ bukanlah mata pelajaran baru yang akan ditambahkan. PKJ lebih kepada keilmuan yang disisipi dalam mata pelajaran yang sudah ada selama ini.
Untuk tingkat perguruan tinggi, Sutrisna mengatakan, PKJ dapat diberikan mulai dari pengenalan kampus. Dan saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi yang melakukannya.
Ia berharap ke depan akan semakin banyak penggalian terhadap nilai dan budaya Jogja dari sisi keilmuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam





