UAJY Gelar Workshop Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan di Paroki Kristus Raja Baciro

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bekerja sama dengan Gereja Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta melalui Tim Pelayanan Ibu-ibu Paroki menggelar Workshop Kesehatan Mental, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.
Bertempat di Panti Paroki Gereja Kristus Raja Baciro, kegiatan ini dimaksudkan dapat menambah wawasan umat serta para biarawati di lingkungan paroki dalam mengenali gejala gangguan kesehatan mental.
Selain itu, workshop ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah antisipatif dan solutif dalam menangani kasus kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY Ign Agus Putranto menekankan pentingnya pemahaman orang tua dalam mendampingi generasi saat ini.
Baca Juga: Talkshow dan Campus Tour, Jadi Cara FK UAJY Untuk Kenalkan Dunia Kedokteran
“Mendidik generasi saat ini merupakan tantangan tersendiri. Jika kita kurang memahami cara mendampingi mereka, kita bisa terkejut dengan berbagai situasi yang muncul dan bahkan menimbulkan dampak yang tidak pernah dibayangkan oleh para orang tua,” ujar Agus, Rabu (11/03/2026).
Ketua Satgas PPKPT UAJY Theresia Diyah Wulandari, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan bahasa dan sikap orang tua dalam mendidik anak.
“Bahasa dan sikap yang digunakan orang tua harus dipilih dengan hati-hati. Kesalahan dalam berkomunikasi bisa menimbulkan trauma pada anak, bahkan dalam beberapa kasus dapat berimplikasi pada persoalan hukum,” jelas Theresia.
Melalui kegiatan ini, peserta workshop mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan. Mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga perundungan (bullying), beserta langkah-langkah pencegahannya.
Baca Juga: Mahasiswa Internasional UAJY Bagikan Pengalaman Liburan dalam Holiyay Competition
Mereka juga diperkenalkan dengan metode “BANTU” saat menjadi saksi mata. Berani menegur pelaku, Alihkan perhatian, Ngajak orang lain membantu, Tunggu situasi reda dan Upayakan merekam kejadian.
Dari sisi penanganan dan hukum, Tim PBKH UAJY menekankan pentingnya visum sebagai alat bukti dalam pelaporan kasus kekerasan. Peserta juga dikenalkan pada langkah awal penanganan korban seperti separate, investigate, serta pendekatan Look, Listen, Link (LLL) dan initiate first aid sebagai bentuk pertolongan pertama bagi korban.
Kegiatan ini menurut Romo Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta, Rm. Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr., sangat bermanfaat bagi jemaat. Apalagi UAJY bukanlah institusi yang asing bagi umat Paroki Baciro, sehingga kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









