Inovasi Sampah Berbasis Komunitas, Kolaborasi UAJY dengan Warga Muja Muju Kota Yogyakarta

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus mendorong solusi pengelolaan sampah yang sederhana namun berdampak nyata melalui kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan dengan masyarakat.
Bersama Fakultas Teknobiologi (FTB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta LSM Shind, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Bumi.
Bertempat di Kelurahan Muja Muju Umbulharjo Kota Yogyakarta dengan melibatkan perwakilan dari 12 RW.
Didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAJY, program ini mengangkat diskusi sekaligus eksperimen langsung mengenai pengolahan sampah organik menggunakan berbagai metode kompos, dengan fokus pada LOSIDA (Lodong Sisa Dapur).
Baca Juga: UAJY Sambut Kunjungan Benchmarking dari Quality Assurance Universitas Ciputra
"Dalam kegiatan ini, kita juga kenalkan pendekatan berbasis cacing dan biokatalis diperkenalkan sebagai cara untuk mempercepat proses dekomposisi," kata Prof Arum Yudarwati, selaku perwakilan dari UAJY.
Yanti salah satu warga mengaku, penggunaan LOSIDA lebih nyaman karena tidak perlu membungkuk-bungkuk saat memasukkan sampah.
Sementara itu, Heni mengaku tertarik mencoba metode cacing dan biokatalis.
"Meski awalnya merasa geli. Tapi saat melihat manfaatnya, terutama dari hasil kascing yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Jadi tertarik untuk mencoba," ungkapnya.
Baca Juga: Berkolaborasi dengan Save The Soil Foundation, FTB UAJY Angkat Isu Konservasi Tanah
Sebagai tindak lanjut, para peserta khususnya ibu-ibu, akan mencoba kedua metode tersebut selama lima minggu ke depan dan membagikan hasilnya sebagai bagian dari proses belajar bersama.
Inisiatif ini menjadi langkah awal menuju pengembangan program yang lebih luas.
Melalui hibah Bestari Saintek senilai Rp 465 juta, UAJY bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan PT Danone akan mengembangkan Living Lab Sungai Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung mulai Mei 2026 hingga Februari 2027.
"Kegiatan ini menegaskan pendekatan UAJY yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu. Tetapi juga pada penerapan solusi yang relevan, mudah diadopsi dan berkelanjutan di tengah masyarakat," ujar Prof Arum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









