Kembangkan Biji Kecipir untuk Cegah Stunting, 2 Mahasiswa UAJY Ini Raih Juara dalam Kompetisi Nasional

Akurat.co, Jogja - Dua mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yesaya Asa Ganda dan Angela Merici Wida Putri, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Foobiscom #2 (Food Technology Business Plan Competition).
Kompetisi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UAJY dengan skala nasional.
Diikuti sekitar 90 tim dari berbagai daerah, wakil tuan rumah berhasil lolos ke tahap final dan masuk dalam 10 besar.
Kesepuluh finalis lalu mempresentasikan karya mereka. Hasilnya mahasiswa angkatan 2023 tersebut berhasil meraih juara 2 melalui inovasi produk pangan berbasis bahan lokal.
Baca Juga: Melalui Lembaga Akreditasi Mandiri, Dorong Prodi Keteknikan UAJY Menuju Unggul 2026
Yesaya Asa Ganda menjelaskan, produk yang dikembangkan bernama Growflakes. Sereal probiotik berbahan dasar tepung tempe biji kecipir dan ekstrak galaktomanan buah nipah.
"Produk ini dirancang sebagai alternatif pangan fungsional untuk membantu pencegahan malnutrisi, khususnya stunting pada anak," katanya dalam keterangan pers, Minggu (03/05/2026).
Biji Kecipir kecipir dipilih karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi bahkan dapat menyamai kedelai (alternatif kedelai).
Sedangkan buah nipah dimanfaatkan sebagai sumber prebiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan.
Baca Juga: UAJY dan Kemlu RI Jalin Sinergi Penguatan Kerja Sama ASEAN
Proses pengembangan dilakukan melalui riset bahan lokal hingga formulasi produk.
Dimana biji kecipir diolah menjadi tempe untuk meningkatkan bioavailabilitas atau ketersediaan hayati protein melalui fermentasi.
Tempe biji kecipir kemudian dipotong tipis-tipis untuk dikeringkan dan selanjutnya ditepungkan. Buah nipah diekstraksi untuk memperoleh galaktomanan yang berfungsi sebagai prebiotik.
Selanjutnya, kedua bahan tersebut dikombinasikan dengan tepung mocaf dan bahan pendukung lainnya menjadi sereal flakes siap konsumsi.
Baca Juga: Kolaborasi UAJY dan MK RI Tentang Peran dan Tantangan Mahkamah Konstitusi
Tantangan utama dari inovasi ini dijelaskan Angela Merici Wida Putri terletak pada proses pengolahan bahan dan penerimaan produk oleh konsumen.
“Proses ekstraksi galaktomanan dari buah nipah cukup kompleks. Selain itu, kami perlu mengatasi aroma khas biji kecipir dan menyesuaikan tekstur agar dapat diterima, terutama oleh anak-anak,” jelasnya.
Keberhasilan ini didukung oleh pendampingan dosen pembimbing serta proses riset yang intensif. Tim juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang belum optimal digunakan.
Keduanya berharap inovasi ini dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal secara lebih luas.
“Kami berharap masyarakat dan generasi muda dapat lebih memanfaatkan potensi pangan lokal Indonesia. Dengan pengolahan yang tepat, bahan tersebut dapat menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing,” ungkap keduanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 79 Tahun KAMAJAYA Scholarship, Telah Salurkan Lebih dari Rp 5 M untuk Beasiswa Mahasiswa UAJY
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Profil Gelandang Asing PSS Moussa Bagayoko, Pernah Main di Turki, Israel, hingga Venezuela
- 10Nasib Kapten PSIM Musim Lalu Reva Adi, Jalani Pinjaman ke Klub Kalimantan








