Jogja

Kembangkan Biji Kecipir untuk Cegah Stunting, 2 Mahasiswa UAJY Ini Raih Juara dalam Kompetisi Nasional

Atiek Widyastuti | 3 Mei 2026, 14:32 WIB
Kembangkan Biji Kecipir untuk Cegah Stunting, 2 Mahasiswa UAJY Ini Raih Juara dalam Kompetisi Nasional
Yesaya dan Putri, mahasiswa UAJY bersama piagam penghargaan. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Dua mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yesaya Asa Ganda dan Angela Merici Wida Putri, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Foobiscom #2 (Food Technology Business Plan Competition).

Kompetisi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UAJY dengan skala nasional.

Diikuti sekitar 90 tim dari berbagai daerah, wakil tuan rumah berhasil lolos ke tahap final dan masuk dalam 10 besar.

Kesepuluh finalis lalu mempresentasikan karya mereka. Hasilnya mahasiswa angkatan 2023 tersebut berhasil meraih juara 2 melalui inovasi produk pangan berbasis bahan lokal.

Baca Juga: Melalui Lembaga Akreditasi Mandiri, Dorong Prodi Keteknikan UAJY Menuju Unggul 2026

Yesaya Asa Ganda menjelaskan, produk yang dikembangkan bernama Growflakes. Sereal probiotik berbahan dasar tepung tempe biji kecipir dan ekstrak galaktomanan buah nipah.

"Produk ini dirancang sebagai alternatif pangan fungsional untuk membantu pencegahan malnutrisi, khususnya stunting pada anak," katanya dalam keterangan pers, Minggu (03/05/2026).

Biji Kecipir kecipir dipilih karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi bahkan dapat menyamai kedelai (alternatif kedelai).

Sedangkan buah nipah dimanfaatkan sebagai sumber prebiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan.

Baca Juga: UAJY dan Kemlu RI Jalin Sinergi Penguatan Kerja Sama ASEAN

Proses pengembangan dilakukan melalui riset bahan lokal hingga formulasi produk.

Dimana biji kecipir diolah menjadi tempe untuk meningkatkan bioavailabilitas atau ketersediaan hayati protein melalui fermentasi.

Tempe biji kecipir kemudian dipotong tipis-tipis untuk dikeringkan dan selanjutnya ditepungkan. Buah nipah diekstraksi untuk memperoleh galaktomanan yang berfungsi sebagai prebiotik.

Selanjutnya, kedua bahan tersebut dikombinasikan dengan tepung mocaf dan bahan pendukung lainnya menjadi sereal flakes siap konsumsi.

Baca Juga: Kolaborasi UAJY dan MK RI Tentang Peran dan Tantangan Mahkamah Konstitusi

Tantangan utama dari inovasi ini dijelaskan Angela Merici Wida Putri terletak pada proses pengolahan bahan dan penerimaan produk oleh konsumen.

“Proses ekstraksi galaktomanan dari buah nipah cukup kompleks. Selain itu, kami perlu mengatasi aroma khas biji kecipir dan menyesuaikan tekstur agar dapat diterima, terutama oleh anak-anak,” jelasnya.

Keberhasilan ini didukung oleh pendampingan dosen pembimbing serta proses riset yang intensif. Tim juga menekankan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang belum optimal digunakan.

Keduanya berharap inovasi ini dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal secara lebih luas.

“Kami berharap masyarakat dan generasi muda dapat lebih memanfaatkan potensi pangan lokal Indonesia. Dengan pengolahan yang tepat, bahan tersebut dapat menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing,” ungkap keduanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.