Kisah Inspirasi Dosen Disabilitas UGM Wuri Handayani, Sukses Raih Penghargaan Internasional

Akurat.co,Jogja- Kisah inspirasi dibukukan Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Wuri Handayani, Ph.D.
Ia baru saja meraih penghargaan internasional dalam ajang Universitas 21 (U21) Award atas kontribusinya dalam mendorong inclusive global engagement.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upayanya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.
Penghargaan ini menempatkan Wuri sebagai akademisi sekaligus advokat yang berhasil dalam mendorong perubahan sistemik, baik di tingkat institusi maupun dalam jejaring global.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada 21 April lalu dalam pertemuan The Universitas 21 Annual Network Meeting and Leadership Summit di University of Glasgow, Glasgow, Skotlandia.
Baca Juga: Tak Semua Pekerjaan Bisa Digantikan Robot, Pakar UGM Ungkap Fakta Terbaru Teknologi Ini
Selain Wuri, ada tiga orang lainnya yang menerima penghargaan.
Masing-masing, Prof Pamela Ronald dari University of California untuk U21 Award kategori Climate Change.
Emma Etim, mahasiswa Universitas Glasgow yang mendapat U21 Leaders of the Future Award – Recent Student.
Lalu Deborah Adeniran, alumni universitas Glasgow yang mendapat penghargaan U21 Leaders of the Future Award – Recent Alumna.
Penghargaan yang didapat oleh Wuri yang saat ini menjadi Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM ini, tidak lepas dari perjalanan personalnya sebagai penyandang disabilitas yang pernah mengalami diskriminasi baik di lingkungan akademik maupun di layanan publik.
Ia mengungkapkan, pengalaman tersebut menjadi titik awal komitmennya dalam memperjuangkan kesetaraan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Sosok Muhammad Rizky Perwira Zain, Raih Gelar Master UGM di Usia 22 Tahun
"Saya merasakan bagaimana hambatan dan diskriminasi yang dialami oleh para penyandang disabilitas,” ungkap Wuri dikutip dari website resmi UGM, Senin (4/5/2026).
Wuri Handayani (tengah). (foto: dok.ugm)
Titik balik saat menempuh magister di Inggris
Titik balik terjadi saat Wuri melanjutkan studi jenjang magister di University of Leeds, Inggris.
Di sana, ia melihat bagaimana sistem pendidikan menyediakan layanan disabilitas secara terstruktur melalui disability service unit, yang mampu mengakomodasi kebutuhan akademik maupun non akademik penyandang disabilitas.
"Di sana itu ada namanya disability service unit yang memfasilitasi semua kebutuhan disabilitas. Pengalaman itulah yang kemudian menginspirasi saya untuk menghadirkan layanan serupa di Indonesia, khususnya di UGM,” tuturnya.
Sekembalinya ke Indonesia, berbagai tahapan ia lakukan demi memperjuangkan unit pelayanan disabilitas.
Apalagi sudah ada peraturan perundang-undangan Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.
Pada tahun 2019, ia mulai terlibat dalam inisiasi pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di UGM.
Perjuangan sempat terhambat akibat adanya pandemi Covid-19, tetapi pada akhirnya perjuangan kembali menguat pada 2023 melalui workshop dan penyusunan naskah akademik hingga pembahasan di tingkat universitas.
Baca Juga: Pakar UGM Sebut Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kenapa?
Perjalanan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya Peraturan Rektor Nomor 19 tahun 2024 tentang pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM.
Lalu pada Desember 2024, ULD UGM pada akhirnya telah diresmikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







