Peneliti FTB UAJY Ikut Berkontribusi Tentukan Arah Riset Lahan Gambut Dunia

Akurat.co, Jogja - Peneliti dari Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama empat institusi global berkolaborasi melalui 'Priority Research Questions in Global Peatland Science'.
Tim peneliti terdiri dari lima akademisi lintas negara. Monika Ruwaimana, Ph.D (UAJY, Indonesia), Alice Milner (Royal Holloway University of London), Michelle McKeown (University College Cork Ireland), Angela Galego-Sala (Universitas Exeter UK) dan Julie Loisel (University of Nevada, USA).
Penelitian yang dilaksanakan tahun 2023-2025 ini, dilakukan melalui survei dan diskusi yang melibatkan 467 pemangku kepentingan dari 54 negara.
Tujuannya untuk merumuskan arah prioritas riset lahan gambut dunia ke depan sebagai bagian penting dalam mitigasi perubahan iklim global.
Baca Juga: 7 Dosen UAJY Ini Raih Hibah Bestari Saintek
"Kolaborasi ini menegaskan bahwa pendekatan multidisiplin dan kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam menjawab tantangan kompleks pengelolaan ekosistem gambut," kata Monika, Rabu (06/05/2026).
Diungkapkannya, lahan gambut diketahui memiliki peran krusial dalam siklus karbon global. Namun, riset ini mengungkap bahwa masih terdapat berbagai celah penting yang perlu segera diisi.
Di antaranya adalah minimnya perspektif masyarakat lokal dalam penelitian, kurangnya studi di kawasan strategis seperti Amazon dan Afrika Tengah, serta kebutuhan mendesak akan kajian terkait insentif konservasi dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lahan gambut.
Kontribusi UAJY dalam riset ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam studi gambut global.
Baca Juga: Angkat Permasalahan Banjir di India, Mahasiswa UAJY Hadirkan Solusi Berbasis AI
Indonesia sendiri merupakan negara dengan luas lahan gambut terbesar di Asia Tenggara, yang selama ini menghadapi tantangan serius seperti kebakaran hutan dan degradasi ekosistem.
"Oleh karena itu, riset dan konservasi gambut menjadi elemen strategis dalam mencapai target FOLU Net Sink 2030. Kondisi di mana sektor kehutanan dan lahan tidak lagi menghasilkan emisi karbon bersih," ujarnya.
Secara paralel, UAJY juga aktif menjalin kolaborasi nasional dengan Universitas Tanjungpura dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara dalam berbagai penelitian gambut di Indonesia.
Bahkan, saat ini UAJY tengah mengembangkan riset bersama University of Göttingen terkait dampak kenaikan permukaan air laut terhadap lahan gambut, isu yang semakin relevan di tengah krisis iklim global.
Melalui keterlibatan aktif dalam riset internasional ini, UAJY menunjukkan kapasitas akademiknya di tingkat global, dan mempertegas komitmennya dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk keberlanjutan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









