Jogja

Traditional Games Festival, Cara UAJY Dorong Interaksi Antar Budaya

Atiek Widyastuti | 14 Juni 2026, 19:40 WIB
Traditional Games Festival, Cara UAJY Dorong Interaksi Antar Budaya
Mahasiswa asing UAJY mencoba permainan tradisional. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melalui Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) menyelenggarakan Traditional Games Festival 2026 di Lobby Besar Kampus III Gedung St. Bonaventura.

Festival ini menghadirkan booth permainan tradisional interaktif dan penampilan budaya dari Filipina, Indonesia, Jerman, Timor-Leste, Kamboja, Papua Nugini, Afrika dan Asia Selatan.

Festival ini berkolaborasi dengan mahasiswa asing UAJY untuk memperkenalkan permainan tradisional dan budaya dari negara asal mereka.

Tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UAJY, acara ini juga menarik peserta dari berbagai komunitas budaya yang ada di Yogyakarta.

Baca Juga: UAJY Sambut Mahasiswa Eckerd College dalam Summer Course Program

Kepala KPBB UAJY, RA Vita NP Astuti mengatakan, festival ini merupakan bagian dari KPBB Festival yang selalu berbeda setiap tahunnya.

Pada tahun ini, Traditional Games Festival 2026 digelar dengan tujuan mengenalkan kebudayaan asing guna memperkuat interaksi antar budaya yang positif dan kolaboratif melalui ragam permainan tradisional yang menyenangkan.

“Kami berharap, mahasiswa bisa mengenal lebih banyak lagi permainan dan bisa berinteraksi dengan mahasiswa asing secara langsung, agar bisa saling mengenalkan budaya,” jelasnya.

Salah satu peserta Riana Br Perangin Angin, membagikan rasa bahagia sekaligus nostalgianya ketika memainkan ragam permainan tradisional yang ada dalam festival.

Baca Juga: UAJY dan DPR RI Bahas Komunikasi Politik dan Diplomasi Parlemen

“Jadi flashback ke masa kecil. Karena permainannya ada yang pernah dimainkan, ada juga yang baru. Jadi happy banget hari ini, karena di umur sekarang bisa main permainan masa kecil lagi. Awalnya takut, tapi ternyata mereka juga welcome banget,” ungkap Riana.

Melalui kegiatan ini, UAJY menyediakan ruang eksplorasi bagi mahasiswa untuk saling bertukar budaya guna membangun hubungan lintas budaya yang positif, kolaboratif dan inklusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.