Jogja

Kukuhkan Gubes Bidang Energi Terbarukan, UAJY Siapkan Penuhi Kebutuhan Energi Sendiri

Atiek Widyastuti | 18 Juni 2026, 18:31 WIB
Kukuhkan Gubes Bidang Energi Terbarukan, UAJY Siapkan Penuhi Kebutuhan Energi Sendiri
Prof Imam Basuki bersama keluarga besar FT UAJY usai dikukuhkan jadi guru besar. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mengukuhkan Guru Besar (Gubes). Kali ini di bidang Ilmu Transportasi dari Fakultas Teknik, Prof Dr Ir Imam Basuki MT IPU ASEAN Eng.

Pengukuhan berlangsung di Student Center, Gedung Slamet Rijadi, Kampus II UAJY, Kamis (18/06/2026). Prof Imam menjadi guru besar ke-25 di UAJY.

Dalam pidato pengukuhan, Prof Imam menyampaikan orasi ilmiah dengan judul 'Transformasi Transportasi Publik Berkelanjutan melalui Kendaraan Energi Baru, Keadilan Mobilitas, dan Ketahanan Energi Nasional'.

Rektor UAJY G Sri Nurhartanto mengatakan, apa yang ditekuni dan dikembangkan Prof Imam merupakan usulan terobosan. Terutama dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Dan diketahui, dampak dari perang di Teluk. Antara Israel, Amerika Serikat melawan Iran telah mengguncang harga minyak dunia. Termasuk Indonesia.

Baca Juga: Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek

Di UAJY saat ini sedang melakukan kajian. Termasuk akan membuat akan membuat solar-solar cell. Meskipun beberapa sudah dipraktekkan. Tapi masih dalam lingkup terbatas, untuk penerangan.

"Kita sedang mengupayakan, agar satu bangunan di UAJY akan disediakan solar cell yang bisa mencukupi kebutuhan seluruh listrik dari. Setidaknya untuk internal kampus sendiri terlebih dahulu," ungkap Rektor.

Prof Imam Basuki usai pengukuhan mengungkapkan harapannya terkait masalah transformasi publik. Kaitannya dengan masalah emisi, gas buang dan yang lain. Mengingat elektrifikasi itu sangat penting.

"Tetapi sekali lagi, elektrifikasi bukan hanya dari masalah banyaknya kendaraan yang ada. Tapi kembali ke sistem secara keseluruhan. Terutama terkait dengan produksi listrik itu. Nah, dengan sistem pengadaan listrik itu harus kembali ke energi yang terbarukan," jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku

Karena itu tidak dilakukan, rencana Indonesia ke net zero emission tahun 2060 juga akan percuma.

"Itu tantangan yang berat ya. Tapi tetap kita harus berani mewujudkan. Kita sudah berkomitmen untuk itu. Kota Yogyakarta sebagai ya mungkin sebagai contoh, itu bisa menjadi pelopor karena saat ini Trans Jogja sudah memulai dengan ada dua kendaraan listrik yang ada," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.