Kukuhkan Gubes Bidang Energi Terbarukan, UAJY Siapkan Penuhi Kebutuhan Energi Sendiri

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mengukuhkan Guru Besar (Gubes). Kali ini di bidang Ilmu Transportasi dari Fakultas Teknik, Prof Dr Ir Imam Basuki MT IPU ASEAN Eng.
Pengukuhan berlangsung di Student Center, Gedung Slamet Rijadi, Kampus II UAJY, Kamis (18/06/2026). Prof Imam menjadi guru besar ke-25 di UAJY.
Dalam pidato pengukuhan, Prof Imam menyampaikan orasi ilmiah dengan judul 'Transformasi Transportasi Publik Berkelanjutan melalui Kendaraan Energi Baru, Keadilan Mobilitas, dan Ketahanan Energi Nasional'.
Rektor UAJY G Sri Nurhartanto mengatakan, apa yang ditekuni dan dikembangkan Prof Imam merupakan usulan terobosan. Terutama dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Dan diketahui, dampak dari perang di Teluk. Antara Israel, Amerika Serikat melawan Iran telah mengguncang harga minyak dunia. Termasuk Indonesia.
Baca Juga: Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
Di UAJY saat ini sedang melakukan kajian. Termasuk akan membuat akan membuat solar-solar cell. Meskipun beberapa sudah dipraktekkan. Tapi masih dalam lingkup terbatas, untuk penerangan.
"Kita sedang mengupayakan, agar satu bangunan di UAJY akan disediakan solar cell yang bisa mencukupi kebutuhan seluruh listrik dari. Setidaknya untuk internal kampus sendiri terlebih dahulu," ungkap Rektor.
Prof Imam Basuki usai pengukuhan mengungkapkan harapannya terkait masalah transformasi publik. Kaitannya dengan masalah emisi, gas buang dan yang lain. Mengingat elektrifikasi itu sangat penting.
"Tetapi sekali lagi, elektrifikasi bukan hanya dari masalah banyaknya kendaraan yang ada. Tapi kembali ke sistem secara keseluruhan. Terutama terkait dengan produksi listrik itu. Nah, dengan sistem pengadaan listrik itu harus kembali ke energi yang terbarukan," jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
Karena itu tidak dilakukan, rencana Indonesia ke net zero emission tahun 2060 juga akan percuma.
"Itu tantangan yang berat ya. Tapi tetap kita harus berani mewujudkan. Kita sudah berkomitmen untuk itu. Kota Yogyakarta sebagai ya mungkin sebagai contoh, itu bisa menjadi pelopor karena saat ini Trans Jogja sudah memulai dengan ada dua kendaraan listrik yang ada," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









