Jogja

Gelar Karya Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur UAJY, Karya Boleh Dibeli?

Atiek Widyastuti | 25 Juni 2026, 17:11 WIB
Gelar Karya Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur UAJY, Karya Boleh Dibeli?
Gelar karya tugas akhir mahasiswa Arsitektur UAJY. (Akurat.c/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Departemen Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar pameran gelar karya tugas akhir mahasiswa Arsitektur.

Bertempat di Auditorium Kampus 2 Lantai 3 UAJY, pameran berlangsung selama empat hari, Kamis (25/06/2026) - Minggu (28/06/2026).

Ada lebih dari 100 karya mahasiswa S1, mahasiswa Program Profesi Arsitektur (PPAr), dosen hingga mahasiswa berprestasi yang dipamerkan.

Menurut Andi Prasetyo Wibowo selaku Koordinator Pameran Gelar Karya, pameran gelar karya tugas akhir ini adalah agenda tahunan. Namun yang terbuka untuk umum dan melibatkan dunia usaha menjadi yang pertama kalinya.

Baca Juga: Pengelolaan Sungai Berkelanjutan, UAJY dan Masyarakat Muja Muju Luncurkan Living Lab Sungai

Era digital yang cenderung melihat sejauh mana audiensi atau konsumen berinteraksi terhadap sebuah produk atau engagement, menjadi salah satu alasan kenapa gelar karya ini dibuat lebih luas.

"Ya, kalau zaman sekarang karena apa, biar viral gitu. Untuk itu, saya, kami berdiskusi di departemen mungkin perlu kita naikkan levelnya untuk bisa kita buka juga untuk umum," katanya di sela-sela pembukaan, Kamis (25/06/2026).

Untuk itu, gelar karya kali ini juga melibatkan beberapa mitra yang sudah beberapa kali bekerjasama dengan UAJY. Pameran tidak hanya berupa bentuk desain. Tapi juga ada beberapa bentuk yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa diberi keleluasaan dalam menampilkan karya mereka. Tentu saja dengan tetap memperhatikan nilai akademik dan kaidah dunia Arsitektur. Ada yang membawa daerahnya masing-masing, re-desain atau membuat ulang dan yang lain.

Baca Juga: Kukuhkan Gubes Bidang Energi Terbarukan, UAJY Siapkan Penuhi Kebutuhan Energi Sendiri

"Karena ini tugas akhir, jadi individu. Mulai dari maket hingga design yang ditampilkan. Mereka benar-benar all out. Mereka mencurahkan segala macam sumber daya mereka yang mereka miliki," jelasnya.

Sebelum akhirnya dipamerkan, mahasiswa melalui dua tahap. Di semester sebelumnya mereka sudah diminta mempersiapkan konsep. Di semester berikutnya ada semacam karantina selama kurang lebih dua bulan.

"Selama dua bulan itu, mereka fokus memvisualkan rencana. Seperti memproduksi gambar, mendesain hingga pembuatan maket," jelasnya.

Andi menjelaskan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi bisnis antara mahasiswa dengan pengunjung. Bisa berupa konsultasi design maupun sudah berupa bangunan jadi.

"Disini juga ada semacam games. Setiap pengunjung kita berikan stiker berupa bintang yang bisa memilih satu karya. Nanti yang paling favorit akan mendapatkan reward dari panitia," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.