Muhammad Nur Arifin, Anak Penjual Keripik Pisang Dapat Kuliah Gratis di UGM

Akurat.co,Jogja-Hidup Muhammad Nur Arifin bisa dibilang penuh keterbatasan.
Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara asal Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Ayahnya sudah meninggal 15 tahun lalu. Sejak itu, sang ibu, Ngalimah menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan keripik pisang.
Selain berjualan keripik pisang berdasarkan pesanan, Ngalimah juga mengajar kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya.
Meski serba terbatas, Arifin adalah sosok yang tekun dan disiplin dalam belajar.
Baca Juga: Fenomena Polyworking jadi Tren di Tanah Air, Ekonom UGM Ungkap Penyebabnya
Modal itulah yang mengantarkan lulusan SMAN 1 Bantul ini diterima di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
"Saya sangat bersyukur atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” tutur Ngalimah.
Menurut sang ibu, putranya tidak pernah mengikuti les tambahan.
"Dia anak yang selalu fokus saat belajar di sekolah sehingga tidak perlu mengulang pelajaran secara berlebihan di rumah,” kenangnya.
Di bidang non akademik, Arifin memiliki prestasi membanggakan.
Ia pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa selain memiliki minat pada peternakan, ia juga aktif mengembangkan kemampuan di bidang seni dan literasi.
Baca Juga: Cerita Angela, Penyandang Disabilitas yang Lulus SNBT UGM
Diterima di Prodi Ilmu Peternakan
Arifin, yang lahir di Bantul pada 17 Juli 2006, mengaku tidak menyangka dapat diterima di prodi ilmu peternakan UGM.
Bahkan, saat proses pemilihan jurusan, beberapa guru sempat menyarankan dirinya untuk memilih program studi lain.
Namun, kecintaannya terhadap dunia peternakan membuatnya yakin memilih Fakultas Peternakan UGM.
“Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing.
Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang,” ungkapnya dikutip dari laman resmi UGM.
Ketertarikan tersebut semakin kuat karena ia bercita-cita mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan.
Selain itu, ia juga memiliki minat besar pada bidang nutrisi dan pangan.
Menjelang perkuliahan dimulai, Arifin tidak menghabiskan waktunya dengan berdiam diri.
Sejak awal Juni hingga akhir Juli, ia membantu kegiatan peternakan milik tetangga yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm, Karanganyar.
Dalam kesehariannya, ia bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang.
“Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung.
Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni,” katanya.
Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, yang menyambangi kediaman Arifin, Selasa (7/7/2026) berharap, Arifin bisa fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti.
"Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Budi melihat keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Kesalahan Pemerintah dalam Kasus MBG, Hanya Kejar 82 Juta Penerima Manfaat
Baca Juga: Guru Besar UGM Ungkap Kesalahan Pemerintah dalam Kasus MBG, Hanya Kejar 82 Juta Penerima Manfaat
Menurutnya, UGM selalu berkomitmen memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang.
Terlebih dalam menyelesaikan studi secara optimal melalui berbagai bentuk dukungan yang tersedia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









