Jogja

UAJY Kenalkan Lingkungan Kampus Pada Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul

Atiek Widyastuti | 19 Juli 2026, 12:42 WIB
UAJY Kenalkan Lingkungan Kampus Pada Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul
Guru dan siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu saat di UAJY. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 137 siswa dan guru SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul berkunjung ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Mereka diterima di Ruang Diskusi Gedung St Thomas Aquinas, Kampus II UAJY, Rabu (15/07/2026).

Begitu tiba di UAJY, mereka diajak campus tour. Ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Kampus IV) dan Fakultas Teknobiologi (Kampus II).

Selama kunjungan para siswa diperkenalkan dengan suasana perkuliahan. Termasuk fasilitas penunjang akademik, serta berbagai laboratorium yang dimiliki UAJY dan penjelasan mengenai fungsi dan penggunaan peralatan laboratorium.

Baca Juga: 2 Mahasiswa Program Internasional UAJY Berjaya di Vietnam

Dalam kesempatan tersebut dihadirkan, Gwen Aurora alumni SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 25.

"Kuliah di sini, sudah berbasis teknologi. Semua kebutuhan kuliah, mulai dari melihat materi, mengumpulkan tugas, hingga mendapatkan informasi perkuliahan, bisa diakses dengan mudah melalui situs pembelajaran kampus,” ungkap Gwen.

Guru pendamping dari SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul Markoes Padmonegoro berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan para siswa mengenai dunia perguruan tinggi.

"Harapannya anak-anak dapat memperoleh gambaran yang lebih luas tentang dunia perguruan tinggi dan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan ke depan," ujarnya.

Baca Juga: FTI UAJY Resmi Jadi Hybrid Authorized Test Center Pertama di Indonesia

Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY Ign Agus Putranto mengajak para siswa untuk mulai merancang masa depan sejak dini. Terlebih dalam menghadapi tantangan global dan persaingan dengan tenaga kerja asing.

"Dalam menentukan perguruan tinggi, jangan sekadar mengikuti pilihan orang lain. Pilihlah bidang ilmu yang memiliki prospek di masa depan agar mampu menjadi pemimpin. Sebab, dalam sebuah kompetisi hanya ada dua hasil, yaitu the winner dan the loser. Jadilah the winner yang menjadi part of the solution, bukan part of the problem," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.