Pemkot Jogja Tambah 10 Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Itu?

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menambah 10 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SMP/MTs pada 2026 ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas dengan penambahan 10, ditargetkan SSK sudah terbentuk di seluruh SMP/MTs di Kota Jogja tahun ini.
Ia menyebut, sejak tahun 2021 hingga 2025 sudah terbentuk 53 SSK di SMP dan 3 MTs di Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Cerita Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Beri Memori Baik untuk Buah Hati
"Tahun ini tambah sepuluh SSK SMP/MTs. Jadi tahun ini pembentukan SSK SMP/MTs di Yogya selesai," terangnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Selasa (21/7/2026).
Adapun 10 SSK yang akan dibentuk pada 2026 masing-masing adalah SMP Berbudi, SMP Perak, SMP Labschool UNY, SMP Bhinneka Tunggal Ika.
Kemudian, SMP Islam, SMP Institut Indonesia, SMP 17" 2, MTs Gedongtengen, MTs Nurul Ummah, dan MTs Muallimin. Penunjukan berdasarkan kesiapan sekolah.
Apa itu SSK?
SSK adalah program nasional yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan pembangunan keluarga dalam pembelajaran di sekolah.
Dengan adanya SSK diharapkan peserta didik lebih memahami isu kependudukan, merencanakan masa depan yang lebih baik dan menyiapkan generasi berkualitas.
Menurut Retnaningtyas tujuan pembentukan SSK guna membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran terkait isu kependudukan sejak dini.
Dia menjelaskan banyak materi isu kependudukan dalam SSK antara lain kependudukan, bonus demografi, kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, perencanaan masa depan hingga keluarga berkualitas.
Fokus pada pencegahan pernikahan dini, kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting.
Sekolah juga wajib memiliki area khusus berisi buku, data, dan media visual terkait kependudukan sebagai sumber belajar.
Semnetara itu, Kepala SMPN 14 Yogyakarta, Trihidayati Setyaningsih menyebut peran SSK di SMPN 14 Yogyakarta yang dibentuk secara resmi tahun 2021.
Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Daops 6 Yogyakarta Layani Lebih Dari 1 Juta Penumpang
Ia mengatakan, implementasi SSK dimasukan di dalam kurikulum sekolah, diintegrasikan dalam perencanaan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ekstrkurikuler seperti PMR, pramuka, PIK-R, KIR, dan futsal.
Ada juga pembentukan Tim SSK dan sosialisasi SSK kepada warga sekolah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam







