Pemkot Tambah Daya Tampung SMP 10 Yogyakarta

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja akan menambah daya tampung di SMP 10 Yogyakarta mulai tahun ajaran baru, Juli mendatang.
Akan ada penambahan dua rombongan belajar (rombel) sebagai solusi atas minimnya jumlah SMP negeri di wilayah selatan Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Hasyim, menjelaskan penambahan ini dilakukan untuk menjawab ketimpangan sebaran sekolah negeri.
“Di wilayah selatan itu jumlah SMP negeri kan hanya sedikit, sementara jumlah warga usia sekolah SMP banyak," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemkot Jogja Luncurkan 5 Wamira April Mendatang
Ia mencontohkan Kecamatan Umbulharjo yang wilayahnya paling luas namun hanya memiliki satu SMP negeri, yakni SMP Negeri 10 Yogyakarta.
“Kalau membangun sekolah baru kan prosesnya panjang," terangnya.
Dua rombel setara 64 siswa
Dalam kebijakan terbaru ini, SMP Negeri 10 akan menambah dua rombel atau setara 64 siswa, dengan masing-masing rombel berisi 32 siswa.
Penambahan tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran baru bulan Juli mendatang.
Saat ini SMP Negeri 10 memiliki tujuh rombel untuk setiap jenjang. Dengan tambahan dua rombel, jumlahnya akan menjadi sembilan rombel dan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
“Besok nambah di kelas 7 menjadi 9 rombel, tahun berikutnya naik ke kelas 8 tetap 9, lalu kelas 9 juga 9. Dan murid baru tetap menerima 9 rombel. Artinya ini permanen,” tegasnya.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu.
Pemkot Yogyakarta berkomitmen agar siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2 dapat tertampung di sekolah negeri, termasuk peserta didik penyandang disabilitas.
“Yang keluarga tidak mampu mestinya bisa tertampung di sekolah negeri semua.
Termasuk yang disabilitas, mereka juga masuk ke sekolah negeri reguler,” terangnya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta, menyambut baik dan telah siap terkait kebijakan tersebut.
Baca Juga: Pendidikan Khas Kejogjaan akan Diterapkan Diseluruh Sekolah dan Kampus DIY
Ia menyebut penambahan rombel dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya minat masyarakat sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kota Yogyakarta.
“Sebelumnya terdapat 7 rombel per jenjang. Setelah penambahan menjadi 9 rombel per jenjang. Jadi kalau kemarin total ada 21 kelas, tahun ini ditambah dua kelas lagi,” jelasnya.
Dari sisi sarana prasarana, pihaknya memastikan kesiapan ruang belajar telah dipetakan sesuai standar kenyamanan dan keamanan.
Bahkan bangunan baru di lokasi induk sekolah telah selesai dibangun dan siap digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya







