UAJY Kolaborasi dengan ATP AMPTA dan Nayantaka Berdayakan Desa Lewat Program DESAI

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Ampta Yogyakarta secara resmi meluncurkan program pelatihan inovatif bertajuk DESAI atau Desa Adaptif AI. Mengangkat tema besar “Among Desa: Digital Storytelling dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Empat Pilar Keistimewaan DIY”.
Program kolaboratif ini terselenggara atas kerjasama sinergis dengan Nayantaka (Paguyuban Kalurahan DIY) serta mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Langkah taktis ini diinisiasi sebagai jawaban atas urgensi digitalisasi kawasan pedesaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui penguatan kapasitas literasi teknologi bagi para pamong kalurahan.
Fokus utama dalam Program DESAI ini diarahkan untuk mendukung Empat Pilar Keistimewaan DIY yang mencakup aspek kebudayaan, pertanahan, tata ruang, dan kelembagaan.
Baca Juga: Departemen Akuntansi UAJY Gelar Pelatihan Perpajakan bagi Pengelola BUMDesma Kulon Progo
Penyelarasan ini dinilai krusial agar gelombang digitalisasi dan pemanfaatan AI yang masif di pedesaan tidak mencerabut nilai-nilai luhur budaya setempat.
Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai perisai digital sekaligus instrumen modern untuk mengamplifikasi corak tradisi, menjaga kearifan lokal Keistimewaan DIY, serta mendokumentasikan memori kolektif masyarakat desa agar tetap relevan dan dikenal luas oleh generasi muda global.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY, KPH Yudanegara mengatakan, di era keterbukaan informasi, kalurahan tidak boleh lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan harus bertransformasi menjadi subjek aktif yang mampu mengelola dan menarasikan potensinya sendiri.
"Penguasaan terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan teknik komunikasi digital diharapkan dapat meruntuhkan sekat birokrasi kaku, serta mempercepat proses digitalisasi administrasi dan promosi wilayah secara mandiri dan berkelanjutan," katanya, Minggu (26/06/2026).
Baca Juga: FK UAJY Perkuat Kolaborasi Internasional Bersama Nanjing Xiaozhuang University
Dijelaskan KPH Yudanegara, kesiapan pamong kalurahan dalam mengadopsi teknologi digital merupakan kunci keberlanjutan pembangunan lokal di era modern. Menurutnya, transformasi digital di tingkat kalurahan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mengoptimalkan pelayanan publik dan pemanfaatan potensi lokal.
"Kita ingin para pamong kalurahan tidak gagap teknologi, melainkan mampu mengendalikan kecerdasan buatan ini untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan mendokumentasikan kekayaan budaya kita. Dengan literasi digital yang kuat, kemandirian kalurahan yang selaras dengan nilai-nilai Keistimewaan DIY dapat terwujud dengan lebih cepat dan terukur,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Program DESAI Desideria Cempaka Wijaya Murti yang juga bertindak selaku Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UAJY menyatakan, melalui program DESAI bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran baru.
Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kapasitas pamong dalam melestarikan warisan tradisi.
Baca Juga: UAJY Kenalkan Lingkungan Kampus Pada Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul
"Penggabungan antara digital storytelling dan AI adalah jembatan modern yang memfasilitasi kalurahan di DIY agar mampu menyuarakan ruh kebudayaan lokal secara kreatif, taktis, dan berdampak luas bagi publik luas,” jelas Desi.
Lebih lanjut Desi menuturkan, selain penguatan aspek kebudayaan, integrasi kemampuan komunikasi digital ini memegang peran yang sangat vital dalam mengakselerasi branding sektor pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism) di DIY.
Kolaborator dan perwakilan STP Ampta Yogyakarta, Gilang Ahmad Fauzi menegaskan pentingnya implementasi konsep ini di lapangan. Kemampuan digital storytelling bagi pengelola desa saat ini menjadi pilar utama yang sangat krusial dalam mendukung strategi branding tourism setempat.
"Melalui narasi yang menyentuh dan terstruktur dengan baik, desa mampu menyajikan keunikan tradisi, nilai sejarah, serta eksotisme lokal sebagai sebuah pengalaman berharga yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Keunikan autentik inilah yang dicari oleh pasar pariwisata modern,” ungkapnya.
Melalui peluncuran Program DESAI (Desa Adaptif AI) ini, UAJY dan STP Ampta Yogyakarta berkomitmen penuh untuk terus mendampingi Paguyuban Kalurahan Nayantaka dalam jangka panjang.
Dukungan dari Kemendikti Saintek menegaskan, sinergi akademisi, praktisi pariwisata, pemerintahan desa, dan pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam mewujudkan ekosistem kelurahan tangguh teknologi yang mandiri budaya, sejalan dengan visi luhur Keistimewaan Yogyakarta di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 4Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 5Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 6Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Diikuti 1.000 Peserta, Pengibaran Bendera Merah Putih di Laut Selatan Berlangsung Aman
- 10Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat









