Jogja

Alumni Arsitektur UAJY Raih Juara I Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026

Atiek Widyastuti | 3 Agustus 2026, 12:49 WIB
Alumni Arsitektur UAJY Raih Juara I Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026
Marcelo Diaz Octavianus, alumni Arsitektur UAJY. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Marcelo Diaz Octavianus alumni Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil meraih Juara I Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026 melalui karya bertema "Cahaya Pradipta".

Sayembara ini mencari rancangan rancangan penanda perbatasan yang memadukan keindahan lanskap alam Gunungkidul, filosofi budaya Yogyakarta, serta pendekatan arsitektur kontemporer. Karya "Cahaya Pradipta" lahir dari pengalaman langsung Marcelo saat melakukan survei di kawasan Rongkop, Gunungkidul.

"Awalnya saya justru belum punya ide. Saya ingin membuat sesuatu yang anti-mainstream. Saat survei ke Rongkop, saya melihat bukit kapur yang terbelah dengan cahaya matahari yang menembus di tengahnya. Dari situ saya mendapatkan inspirasi. Cahaya tersebut seakan menyambut saya datang ke Jogja," ungkap Marcelo, Senin (03/08/2026).

Pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi sebuah penanda yang tidak hanya berfungsi sebagai gerbang fisik, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang menyampaikan kehangatan dan keramahan Yogyakarta kepada setiap orang yang melintas.

Baca Juga: UAJY Tampilkan Inovasi Mahasiswa untuk Pemberdayaan Masyarakat Gedangsari dalam KKN Exhibition 2026

"Saya ingin orang tidak hanya melihat keindahan gerbangnya, tetapi juga merasakan atmosfer alam yang menyatu dengan gerbang tersebut. Filosofi cahayanya adalah cahaya yang menyambut, seperti keramahan masyarakat Jogja yang selalu menerima siapapun yang datang," jelasnya.

Selain mengangkat filosofi cahaya, Marcelo juga berupaya menghadirkan identitas khas DIY melalui berbagai unsur budaya lokal. Tantangan terbesar baginya adalah memilih elemen yang benar-benar merepresentasikan Yogyakarta secara spesifik, bukan sekadar budaya Jawa secara umum.

"Kesulitannya adalah bagaimana membuat bangunan yang unik tetapi tetap mengandung unsur budaya Jogja. Salah satunya saya mengangkat motif Batik Kawung pada panel aluminium karena memiliki makna keadilan dan kemakmuran serta menjadi salah satu identitas budaya Yogyakarta," katanya.

Pendekatan tersebut digabungkan dengan teknologi dan desain kontemporer melalui penggunaan material modern, sistem struktur modular, dan bentuk bangunan yang dinamis. Menurut Marcelo, perpaduan antara nilai budaya dan inovasi desain menjadi salah satu kekuatan utama karya "Cahaya Pradipta".

Baca Juga: Dies Natalis ke-1 FK UAJY, Angkat Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini Penyakit

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran yang didapatkan selama pendidikan di Program Studi Arsitektur UAJY. Ia mengaku budaya akademik di UAJY membentuk cara berpikir yang kritis, kreatif, dan berani menghadirkan gagasan baru.

"Selama kuliah, dosen-dosen selalu menekankan apa bedanya karya kita dengan yang lain. Kami dituntut untuk berpikir out of the box dan selalu mencari sesuatu yang unik. Cara berpikir itu yang masih saya pegang sampai sekarang ketika berkarya di bidang arsitektur," ujarnya.

Bagi Marcelo, kemenangan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan profesi arsitek kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya di wilayah Gunungkidul.

"Harapan saya masyarakat semakin mengenal arsitek bukan hanya untuk proyek besar atau mahal, tetapi juga berperan menciptakan rumah yang nyaman, aman, dan berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga: Rancang Ruang Terbuka Hijau, Arsitektur UAJY Gandeng SMAN 6 Yogyakarta

Sebagai alumni, Marcelo mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengikuti kompetisi sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri.

"Kalau ada sayembara, dari mana pun, ikuti saja. Kalau menang syukur, kalau belum juga tetap syukur karena itu bagian dari proses pengembangan diri. Selagi ada kesempatan, kenapa tidak diambil? Kesempatan tidak datang dua kali," pesannya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UAJY untuk terus berkarya, berinovasi, serta membawa nama baik almamater melalui berbagai kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia profesi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.