Lari Sambil Melewati 5 Bangunan Candi? Yuks Ikut Sleman Temple Run 2025...

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman kembali menggelar Sleman Temple Run (STR) 2025.
Pertama kali digelar 2015, STR 2025 jadi istimewa karena masuk penyelenggaraan yang kesepuluh.
Sesuai namanya Temple Run, maka rute yang akan dilalui pelari adalah bangunan candi.
Setidaknya ada lima candi yang akan dilewati peserta. Selain Candi Banyunibo yang jadi lokasi start dan finish. Ada lagi Candi Ijo, Candi Barong, Candi Miri dan tentunya Ratu Boko.
Baca Juga: Hanya Di Tanggal Ini, TWC Berikan Akses Gratis Di 3 Destinasi Bagi Pengunjung, Penasaran?
"Tahun ini semua pelari akan mengelilingi Ratu Boko. Termasuk yang 7 kilometer," kata Kadispar Sleman Ishadi Zahid, dalam road to & press conference STR 2025 di Andrawina Resto Ratu Boko, Sabtu (12/07/2025).
Dalam event STR sebelumnya, untuk pelari yang mengambil rute paling pendek tidak sampai masuk ke kompleks Ratu Boko.
Padahal dari segi peserta jumlahnya paling banyak. Untuk itu tahun ini semua peserta masuk ke kompleks Ratu Boko.
Harapannya Ratu Boko semakin dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan Ratu Boko juga dijadikan logo kaos dan juga medali.
Baca Juga: Langit Emas di Atas Candi Ijo: 5 Keunikan yang Bikin Tempat Ini Nempel di Ingatan
Race Director ajang Sleman Temple Run 2025 Roostian Gamananda mengatakan, tahun ini panitia mentargetkan ada kenaikan jumlah peserta. Baik lokal maupun mancanegara. Saat ini sudah hampir 1.000 peserta yang mendaftar.
"Untuk pelari mancanegara, 15 peserta yang ikut tahun lalu juga sudah kita email dan konfirmasi akan berpartisipasi. Harapannya tahun ini bisa menghadirkan pelari dari 21 negara," ujarnya.
STR 2025 sudah terdaftar ke kalender internasional. Sudah mendapatkan rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia serta International Trail Running Association (ITRA).
Bagi peserta yang menyelesaikan rute STR 2025 juga akan mendapatkan ITRA point. STR 2025 sendiri akan digelar Minggu 10 Agustus 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







