Bupati Endah Subekti Bangga Gunungkidul Tuan Rumah Peparda IV 2025 DIY

Akurat.co,Jogja-Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengungkap rasa bangga daerahnya sebagai tuan rumah Pekan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025.
Endah akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan gelaran Pepada IV 2025 DIY ini dengan sebaik-baiknya.
Menurut Endah, Peparda bukan sekadar olahraga, tapi juga panggung keberanian, ketekunan, dan tekad tanpa batas.
Baca Juga: Turunkan 1.100 Kontingen dengan Target 192 Medali, Bantul Bidik Juara Umum Porda DIY 2025
"Mari terus kita dorong kesetaraan inklusi dan akses yang adil bagi seluruh warga, termasuk para penyandang disabilitas di semua aspek kehidupan.
Semoga semangat para atlet ini terus menyala tidak hanya di arena, tapi juga di hati seluruh masyarakat," ungkapnya pada Gala Dinner Peparda DIY 2025 di Hotel Santika Gunungkidul pada Jumat (22/08).
Acara dihadiri Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
Endah menambahkan, dari ajang Peparda semua bisa menyaksikan jika keterbatasan fisik bukan halangan untuk berprestasi, tapi justru melahirkan kekuatan yang luar biasa.
Semangat itulah yang tampak pada wajah para atlet disabilitas di DIY, yang menjadi semangat juang, semangat membanggakan daerah masing-masing.
Wakil Sekretaris Jenderal Komite Paralimpiade Nasional Indonesia, Rima Ferdianto mengatakan, penyelenggaraan kompetisi untuk paralimpik biasanya dilakukan setelah kompetisi regulernya.
Namun untuk DIY, kini ada perbedaan karena Peparda 2025 dilaksanakan lebih dulu dari Porda 2025.
"Ini tentu patut kita hargai sebagai bentuk kesetaraan terhadap atlet disabilitas.
Baca Juga: Daftar Lengkap 34 Pemain PSS Sleman Plus Nomor Punggung untuk Liga Championship 2025/2026
Dan kami dari pusat pun berharap ajang ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan standar kualitas para atlet disabilitas Indonesia," imbuhnya.
Rima pun mengungkapkan, komite di pusat sangat berharap semakin banyak atlet disabilitas yang berpartisipasi dan dapat mengharumkan nama bangsa hingga kancah internasional.
Meski memang saat ini menurutnya sudah semakin banyak atlet disabilitas yang levelnya sudah sampai dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







