Jogja

Sambut Musim 2026/2027, PSIM Kenalkan Tiga Manajer Baru

Haris Ma'ani | 22 Juli 2026, 07:22 WIB
Sambut Musim 2026/2027, PSIM Kenalkan Tiga Manajer Baru
Dirut PSIM, Yuliana Tasno saat mengenalkan tiga manajer baru. (foto: dok.PSIM)

Akurat.co,Jogja-PSIM Jogja mengenalkan tiga manajer baru menyambut musim kompetisi Super League 2025/2026.

Ketiganya mengisi posisi manajer tim, manajer operasional, dan manajer operasional Yogyakarta, dan direktur PSIM akademi.

Perkenalan manajer baru dipimpin langsung oleh Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno di Wisma PSIM, Selasa (21/7/).

Posisi manajer tim yang sebelumnya diisi Razzi Taruna, kini diisi oleh Iksan Mahar.

Ikhsan adalah mantan jurnalis desk olahraga, khususnya sepak bola di Harian Kompas.

Baca Juga: Lirik Lagu Aku Yakin dengan Kamu, Anthem PSIM yang Menggelora di Latihan Perdana

Liana, sapaan Yuliana, menegaskan, meski belum punya pengalaman dan nama besar, Iksan dinilai mampu menangani tim.

Kemudian manajer operasional ditempati Tegar Diokta Andias. Yang ketiga adalah manajer operasional di Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji.

Yang menarik, Tegar sebelumnya memiliki pengalaman panjang mendampingi tim kepelatihan timnas Indonesia, baik di era Shin Tae-yong maupun Patrick Kluivert.

“Mas Tegar ini memperkuat sisi nonteknis first team maupun EPA. Mulai dari administrasi, mengatur perjalanan tim saat away, akomodasi, hingga kebutuhan pemain. Hal-hal teknis seperti ini membuat pemain lebih nyaman sehingga performanya juga bisa lebih baik,” jelas Yuliana.

Sedangkan Wendy Umar Senoaji, adalah mantan ketua Panpel PSIM Yogyakarta.

Ia kini dipercaya menangani operasional tim di Yogyakarta, termasuk urusan perizinan pertandingan yang selama ini menjadi salah satu pekerjaan paling kompleks.

Yuliana menilai tugas tersebut tidak mudah karena melibatkan koordinasi dengan banyak pihak, mulai dari kepolisian hingga instansi terkait.

“Enggak semua orang bisa mengurus perizinan seperti itu. Ketua panpel itu pekerjaannya tidak mudah. Mereka berjibaku dari pagi sampai subuh demi memberikan yang terbaik untuk PSIM. Kalau kemudian ada izin yang tidak keluar, itu bukan berarti panpel tidak bekerja,” tegasnya.

Erwan Hendarwanto direktur akademi PSIM

Dalam kesempatan ini, Liana juga mengenalkan Erwan Hendarwanto sebagai manajer akademi PSIM.

Erwan merupakan pelatih yang membawa PSIM kembali menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Faktor kesehatan sempat membuat Erwan diragukan. Tapi, ia kembali untuk menangani pembinaan usia muda PSIM.

Baca Juga: 21 Pemain Hadir, PSIM Gelar Latihan Perdana

Seiring perubahan yang terjadi, Liana mengajak suporter untuk memberikan dukungan kepada seluruh elemen yang bekerja di balik layar dan tidak mudah berprasangka negatif ketika muncul kendala dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Tolong jangan saling curiga. Kalau memang cinta sama PSIM, mari jaga bersama-sama. Nilai PSIM itu adalah integritas dan kebaikan,” terangnya.(*)



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.