Jogja

Kisah Walang Goreng, Dulu Dianggap Hama dan Dijadikan Makanan Pengganti Daging Masyarakat Gunungkidul

M. Mubin Wibawa | 23 Agustus 2025, 16:05 WIB
Kisah Walang Goreng, Dulu Dianggap Hama dan Dijadikan Makanan Pengganti Daging Masyarakat Gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Siapa tak mengenal kuliner walang goreng atau belalang goreng saat ini.

Makanan ini banyak ditemui di jalan arah Gunungkidul.

Masyarakat setempat menjualnya di pinggir-pinggir jalan.

Walang goreng bahkan sudah masuk ke dalam toko-toko besar pusat oleh-oleh.

Siapa nyana, popularitas walang goreng saat ini sebenarnya tidak muncul tiba-tiba. Tapi melalui proses panjang yang dilalui.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Spot Trekking Terbaik di Jogja saat Weekend

Dulunya, walang, yang hidup di dahan pohon jati dan semak yang banyak tumbuh di kawasan Gunungkidul, dianggap hama.

Masyarakat Gunungkidul kemudian berinovasi dengan menggorengnya menjadi makanan.

Dari kreativitas tersebut, masyarakat Gunungkidul pun terbiasa mengonsumsi walang goreng.

Walang goreng bahkan dianggap sebagai pengganti daging untuk masyarakat yang kurang mampu membeli daging.

Fakta menyebut, hasil riset yang diterbitkan oleh the Biology Institute of the National Autonomous University of Mexico (UNAM) menyimpulkan bahwa belalang memiliki nilai gizi yang lebih tinggi daripada daging sapi dan ayam.

Berkembang jadi ikon wisata

Kini, belalang goreng sudah menjadi ikon wisata Gunungkidul. Selain tentu saja, wisata pantai selatan yang indah.

Banyak wisawatan dari luar menjadikan walang goreng sebagai oleh-oleh.

Hartono, salah seorang wisawatan yang pernah membeli walang goreng mengungkap, ternyata rasa walang goreng enak dan gurih.

"Ada yang menyebut serangga juga adalah makanan masa depan dan tinggi protein yang mudah didapat di masa depan," katanya.

Baca Juga: Bikin Ketagihan, Begini Review Positif Pelanggan Ramen Master Jogjakarta

Banyak penjual walang goreng di wilayah Gunungkidul ditemui saat ini.

Tapi, kuliner ini juga tak bisa selalu ada. Saat musim kemarau, makanan musiman ini akan sulit ditemukan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.