5 Tempat Wisata Sejarah di Kota Jogja yang Saling Berdekatan, Ada Istana Air Instagramable

Akurat.co,Jogja-Kota Jogja seluas 32,5 kilometer persegi. Meski demikian, kota ini adalah pusatnya wisata-wisata sejarah dan terjangkau dengan sekali jalan.
Kalau kamu sedang di Jogja dan hanya ingin mengitari kotanya saja, tak ingin ke mana-mana, tak ada salahnya menjelajah sejumlah destinasi wisata bersejarah berikut.
Baca Juga: Kelok 18 JJLS Bakal jadi Magnet Baru Wisata Alam Yogyakarta, Ini Update Pembangunannya
Apa saja?
1. Taman Sari
Dulunya dikenal sebagai taman rekreasi dan peristirahatan keluarga kerajaan. Taman ini dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I, sekitar tahun 1758.
Kompleks ini dikenal juga dengan Istana Air, dengan kolam pemandian, lorong bawah tanah, serta menara pandang.
Saat ini banyak anak muda memanfaatkan sebagai spot foto Instagramable dengan nuansa heritage.
2. Masjid Gedhe Kauman
Ini adalah masjid favorit wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja. Sebagai tempat ibadah sekaligus melepas lelah.
Masjid ini berdiri di alun-alun utara, berdampingan dengan keraton. Sebagai simbol antara agama dan kekuasaan dalam tata kelola tradisional Jawa.
Didirikan pada 1773 oleh Sultan Hamengku Buwono I bersama Kiai Faqih Ibrahim Diponingrat. Arsitekturnya bergaya khas Jawa tanpa kubah.
Beratap tajug tumpang tiga yang melambangkan iman, islam, dan ihsan.
3. Keraton Yogyakarta
Tak jauh dari Masjid Gedhe Kauman adalah Keraton Yogyakarta. Dulu keraton yang menyatu dengan alun-alun adalah tempat berkumpulnya warga.
Tapi sejak dipagari dan area alun-alun beralaskan pasir, wisata keraton hanya sebatas keraton saja.
Keraton Yogyakarta didirikan pada tahun 1775 oleh Sultan Hamengku Buwono I.
Baca Juga: 5 Alasan Kamu Wajib Main ke Malioboro Jogja, Nggak Cuma Soal Belanja
Wisata ke tempat ini, kamu akan merasakan dan mengetahui bagaimana pemerintahan Kasultanan Yogyakarta berkembang dari masa ke masa.
4. Benteng Vredeburg
Letaktnya di selatan Jalan Malioboro. Saat ini sudah mengalami modernisasi dan lebih tertata.
Benteng ini dibangun pada masa penjajahan Belanda pada 1760. Didirikan sebagai benteng pertahanan yang mengawasi aktivitas keraton.
Di dalamnya tersimpan diorama perjuangan rakyat Yogyakarta melawan kolonialisme.
Nama Vredeburg berarti benteng perdamaian, simbol dari konflik menuju harmonisasi.
5. Jalan Malioboro
Inilah ikon Kota Jogja dan bahkan Yogyakarta secara khusus. Pusat denyut nadi ekonomi, dan sejarah beradu.
Penataan demi penataan dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Dulu pengunjung bisa berjalan sambil wisata belanja sekaligus karena keberadaan PKL di lorong-lorong jalan.
Kini, pedagang dan PKL ditata dan dialihkan ke Teras Malioboro.
Baca Juga: Museum Anaia dan Alisha, Wisata Edukatif dengan Latar Instagramable
Pemkot Jogja berencana membuat Malioboro sebagai pusatnya pejalan kaki. Tidak lagi dilalui kendaraan bermotor.
Selain pusat belanja modern yang berdiri di sini, di jalan ini juga masih eksis pasar tradisional ikonik, Pasar Beringharjo.
Siapkan dirimu untuk menjelajah lima destinasi wisata ini dalam sekali jalan karena letaknya yang memang berdekatan.
Selamat datang di Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









