Jogja

Plataran Senopati, Destinasi Wisata Kuliner Baru di Jantung Kota Yogyakarta

Atiek Widyastuti | 3 Mei 2026, 13:36 WIB
Plataran Senopati, Destinasi Wisata Kuliner Baru di Jantung Kota Yogyakarta
Pengunjung di ankringan Plataran Senopati Kota Yogyakarta. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Pelaku wisata di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati melakukan transformasi strategis. Ini dilakukan setelah Pemkot Yogyakarta menutup area tersebut untuk bus pariwisata.

Tergabung dalam Koperasi Senopati, mereka berinisiatif menghadirkan konsep baru yang adaptif dan berkelanjutan.

TKP Senopati kini berubah wajah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di jantung Yogyakarta.

Ketua Koperasi Senopati Harjito mengatakan, perubahan ini merupakan respons atas permasalahan ekonomi yang dihadapi ratusan anggotanya. Tepatnya sejak operasional parkir bus pariwisata dihentikan.

Baca Juga: Menikmati Deburan Ombak dan View Pesawat Terbang di Pantai Congot

"Ada sekitar 500 500 pelaku usaha terdampak, yang secara tidak langsung menopang kehidupan sekitar 1.500 anggota keluarga," katanya di sela-sela peresmian Plataran Senopati, Sabtu (02/05/2026) malam.

Mereka sempat berdialog dengan Walikota Yogyakarta untuk mencari solusi dari kondisi tersebut. Hingga muncul gagasan bersama untuk membuat tempat kuliner.

"Akhirnya, parkiran sisi barat kami tutup untuk membuka angkringan Plataran Senopati. Sedangkan sisi timur dan tengah masih bisa digunakan untuk parkir kendaraan roda empat dan minibus," jelasnya.

Pihaknya berharap, transformasi ini bukan sekadar untuk bertahan. Melainkan juga untuk menciptakan peluang baru yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kini Malioboro Benar-benar Bebas Asap Rokok, PKL, dan Pengamen

Koordinator Pelaksana Andi Erwanto menjelaskan, Plataran Senopati mengusung konsep angkringan khas Yogyakarta.

Menghadirkan beragam kuliner tradisional. Seperti sate-satean, gorengan dan jajanan pasar. Konsep ini terinspirasi dari Pendopo Lawas di Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta, yang telah lebih dahulu dikenal publik.

Plataran Senopati ini melibatkan sedikitnya 33 pedagang lapak, 20 pedagang asongan serta 15 juru parkir dan akan beroperasi setiap hari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

Kehadiran Plataran Senopati tidak hanya menjadi ruang ekonomi baru, tetapi juga ruang interaksi sosial yang memperkuat karakter budaya lokal.

Baca Juga: Viral, Aksi Spontan Dua Pelajar Jogja Bantu Pemusik Jalanan Ngamen di Malioboro

"Kami berharap, Pemkot memberikan dukungan dan bimbingan agar Plataran Senopati semakin berkembang dan menjadi destinasi wisata baru di pusat kota Yogyakarta," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.