Hadirkan Perpaduan Seni Kontemporer dan Romantisme, Sunflower Angle Pikat Pengunjung Candi Prambanan

Akurat.co, Jogja - Selama tiga terakhir, pengunjung di Candi Prambanan disuguhi pemandangan yang tak biasa.
Insstalasi seni Sunflower Angel yang ada sejak tanggal 21 Mei 2026 kemarin, mampu memikat perhatian ribuan pengunjung.
Sunflower hadir dengan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar Candi Prambanan yang menciptakan pengalaman visual, unik dan berkesan bagi wisatawan.
Sejak dibuka untuk publik, area exhibition ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun rekan. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrian yang terbentuk untuk berfoto dengan latar belakang Sunflower Angel dan siluet Candi Prambanan yang ikonik.
Baca Juga: Jelang Libur Sekolah, Kemenpar Cek Kesiapan Fasilitas Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta
Instalasi ini dirancang oleh Arrofi Ramadhan sebagai simbol perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dia bangun bersama pasangannya. Dirinya menjelaskan, Sunflower Angel lahir terinspirasi dari tiga sosok yang memiliki makna mendalam untuknya. Bunga matahari, burung makau dan Annisa Sekar P sebagai pasangannya.
"Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta,” jelas Arrofi Ramadhan di Prambanan, Selasa (10/06/2026).
Menurut Arrofi, karya sunflower banyak mendapat masukan untuk menghadirkannya di berbagai lokasi, salah satunya Prambanan. Menurutnya, Candi Prambanan menjadi lokasi yang menarik, mengingat adanya kesamaan motif yang menjadi landasan ceritanya.
Meski ceritanya berbeda, keduanya sama-sama berangkat dari spirit seseorang yang rela menciptakan sesuatu dalam skala besar untuk menunjukkan cinta dan keseriusannya kepada orang yang dicintai.
Baca Juga: Nyepi, Candi Prambanan Tutup Total Bagi Wisatawan
Ia mengapresiasi pengelola Candi Prambanan yang mengizinkan karyanya berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan. Hal ini diharapkan bisa menjadi ruang berbagi cerita dan menginspirasi lebih banyak orang.
“Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik. Saya berharap setiap orang yang datang dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka sendiri ketika melihat Sunflower Angel berdiri berdampingan dengan kemegahan Prambanan,” tambahnya.
Direktur Komersil IDM Gistang Panutur mengatakan, kolaborasi antara warisan budaya dan karya seni kontemporer ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam di kawasan Candi Prambanan.
“Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui kolaborasi seperti Sunflower Angel dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, yang membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda,” ujarnya.
Baca Juga: Prambanan Heritage Skyline, Andalan Wisata Baru di Sleman
Ia mengajak kolaborasi berbagai pihak, terutama para seniman lukis, perupa, untuk berkarya dan berpameran di destinasi Taman Wisata Candi. Kehadiran karya-karya seni yang selaras dengan nilai-nilai budaya, menambah daya tarik Candi Prambanan menjadi destinasi yang lebih artistik dan menawan.
IDM berharap destinasi warisan budaya tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati jejak sejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus melahirkan dialog kreatif antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Melalui Sunflower Angel x Prambanan Temple, InJourney Destination Management terus mendorong lahirnya ruang-ruang kolaborasi kreatif yang mempertemukan seni, budaya, dan pariwisata.
Kehadiran instalasi ini menjadi bukti bahwa kawasan warisan budaya tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu, tetapi juga ruang inspirasi yang mampu melahirkan karya-karya baru dan pengalaman yang relevan bagi generasi muda masa kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8Tinggalkan Gadget, Ratusan Pelajar di Bantul Diajak Kembali ke Permainan Tradisional
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







