Jogja

Tingkatkan Kompetensi Juru Foto, InJourney Destination Management Gelar Pelatihan Fotograti

Atiek Widyastuti | 18 Juni 2026, 19:45 WIB
Tingkatkan Kompetensi Juru Foto, InJourney Destination Management Gelar Pelatihan Fotograti
Pelatihan fotografi bagi fotografer di lingkungan Candi Prambanan, Candi Borobudur dan Ratu Boko. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 76 anggota Koperasi Pariwisata (Kopari) Borobudur dan 32 anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) mengikuti pelatihan fotografi yang digelar InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care.

Pelatihan fotografi ini diperuntukkan bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IDM dalam meningkatkan kapasitas SDM pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di destinasi warisan dunia.

General Manager Prambanan dan Ratu Boko Leonardus Adityo Nugroho mengatakan, fotografi memiliki peran strategis dalam industri pariwisata modern karena tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi. Tetapi juga menjadi medium yang mampu menghadirkan pengalaman dan cerita bagi wisatawan.

“Fotografi tidak sekadar menghasilkan dokumentasi, tetapi merupakan media yang mampu menghadirkan cerita, membangun citra destinasi, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia,” ujarnya, Kamis (18/06/2026).

Baca Juga: Kolaborasi InJourney Destination Management dan Kemenko PMK, Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Candi Prambanan

Selain materi fotografi, peserta juga mendapat materi terkait pelayanan prima (hospitality) yang relevan dengan kebutuhan para juru foto wisata saat berinteraksi langsung dengan pengunjung. Pelatihan juga menitikberatkan pada penguatan pelayanan prima, komunikasi dengan wisatawan serta kemampuan membangun narasi visual yang mampu memperkuat citra destinasi.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui pengetahuan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai perkembangan dunia fotografi wisata dan standar pelayanan di destinasi kelas dunia.

Leonardus Adityo Nugroho mengungkapkan, keberadaan fotografer wisata menjadi salah satu elemen penting yang berinteraksi langsung dengan pengunjung dan turut membentuk pengalaman wisata selama berada di kawasan destinasi.

“Candi Prambanan membutuhkan dukungan para fotografer yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menghasilkan gambar yang baik. Tetapi juga memiliki pemahaman mengenai narasi yang ingin disampaikan melalui setiap karya visual. Melalui pelatihan ini, kami berharap para fotografer dapat semakin memahami bagaimana mengabadikan momen sekaligus menghadirkan cerita yang memperkuat daya tarik destinasi,” tambahnya.

Baca Juga: Hadirkan Perpaduan Seni Kontemporer dan Romantisme, Sunflower Angle Pikat Pengunjung Candi Prambanan

Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur AY Suhartanto mendorong peserta untuk aktif berdiskusi selama pelatihan agar dapat saling bertukar pengalaman dan memperkaya wawasan mengenai pelayanan wisata yang berkualitas.

"Selain kemampuan fotografi, aspek hospitality juga menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap para juru foto wisata dapat kembali me-refresh dan mengingat peran serta fungsinya di Borobudur, yaitu menghadirkan kenangan yang berkesan bagi wisatawan. Foto yang dihasilkan bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman dan nilai yang dibawa pulang oleh setiap pengunjung," jelas Suhartanto.

Ketua Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) R Jarot Wuryanto menjelaskan, profesi fotografer wisata di kawasan Prambanan telah berkembang selama lebih dari tiga dekade dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi.

“Fotografer wisata di Prambanan sudah ada sejak tahun 1994. Saat itu kami masih menggunakan kamera analog dan polaroid. Perkembangan teknologi kemudian mendorong kami beralih ke sistem digital sejak akhir 1990-an. Setiap perubahan teknologi selalu kami ikuti melalui berbagai pelatihan agar para anggota dapat terus berkembang,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.