Jogja

Malam Mahashivaratri Akan Tutup Rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026, Ada Penyalaan 1.008 Pelita

Atiek Widyastuti | 13 Februari 2026, 12:19 WIB
Malam Mahashivaratri Akan Tutup Rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026, Ada Penyalaan 1.008 Pelita

Akurat.co, Jogja - Mahashivaratri akan menutup rangkaian Prambanan Shiva Festival 2026, Minggu - Senin (15-16/02/2026) nanti. Acara yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini dipusatkan di Lapangan Wisnu kompleks Candi Prambanan.

Akan menghadirkan penyalaan 1.008 dipa (pelita) dan mengumandangkan damaru (alat musik), yang melambangkan persatuan umat dalam doa, menciptakan atmosfer yang mendukung meditasi mendalam demi kedamaian dan kesejahteraan di dunia (Jagadhita).

"Perayaan ini merupakan momentum refleksi mendalam, penyucian jiwa, dan penguatan kebersamaan melalui rangkaian ritual sakral yang memadukan seni, budaya, dan spiritual nilai agung Candi Prambanan," kata Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan I Nyoman Ariawan Atmaja.

Mahashivaratri merupakan salah satu hari suci terpenting bagi umat Hindu. Malam itu akan diperingati sebagai momen pemujaan kepada Dewa Shiva, Sang Pelebur dan sumber kesadaran tertinggi dalam ajaran Hindu.

Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Pengembangan Pantai Sepanjang Tak Sepenuhnya Berkiblat ke Bali

Di Indonesia, perayaan Mahashivaratri memiliki makna yang semakin kuat ketika dilaksanakan di kompleks Candi Prambanan yang merupakan kawasan candi Hindu terbesar di Indonesia.

Mahashivaratri 2026 akan menghadirkan parade budaya dari Candi Kedulan sampai ke Candi Prambanan. Barisan para pendeta yang membawa asap suci, panji-panji, tombak, benda sakral dan shivalingga.

Kirab juga membawa air suci dari 36 provinsi dan 9 candi Nusantara yang telah desakralisasi oleh 35 Sulinggih dari seluruh Indonesia.

Memasuki inti ritual, umat akan mengikuti persembahyangan Abhisekam atau upacara penyucian candi yang terdiri dari Abhisekam Mahashivaratri sebagai ritual persembahan puncak serta dilanjutkan dengan Abhisekam 4 dan Abhisekam 5 yang merupakan persembahyangan hingga fajar menyingsing.

Baca Juga: Jatuh Bangun Koperasi Wanita Puan Ariya Gunungkidul, Kini Sukses Kembangkan 20 Produk Pangan Lokal

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menjelaskan, perayaan Mahashivaratri menjadi ruang pemujaan, wadah edukasi, toleransi, harmoni dan penguatan identitas Hindu Nusantara.

“Perayaan ini merepresentasikan kekuatan pariwisata Indonesia di mata dunia, yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan warisan budaya yang hidup, dirawat, dipahami dan dihormati," ungkapnya.

Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan mengatakan, Candi Prambanan sebagai episentrum Hindu Nusantara yang penuh makna.

Selain itu, Candi Prambanan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Mahashivaratri perdana ini juga menjadi momentum ‘pulang ke rumah’ bagi umat serta diharapkan turut mendukung peningkatan sakralitas Shivagrha sesuai dengan hakikat pembangunannya.

Baca Juga: Pemkot Jogja Atur Jam Operasional Hiburan Malam selama Ramadan, Karaoke dan Rumah Pijat Boleh Buka

"Kami ingin menunjukkan bahwa kemegahan Prambanan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan yang lebih harmonis dan terbuka bagi siapa saja,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.