Panen Raya Bawang Merah di Gunungkidul Capai 30 Ton per Hektar

Akurat.co, Jogja - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia mengakui peran signifikan sektor pertanian bawang merah di Gunungkidul dalam meningkatkan perekonomian warga setempat.
Pasalnya, panen raya bawang merah tahun ini mencapai 30 ton per hektar.
Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY di Padukuhan Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Senin (16/6/2025).
Anggota DPD RI, R.A Yashinta Sekarwangi Mega, yang hadir dalam kunjungan bersama Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dan anggota lainnya, Ir Ahmad Syauqi Soeratno, serta H Hilmy Muhammad, menekankan bahwa budidaya bawang merah bukan melulu soal komoditas pangan.
Baca Juga: PIK-R SMAN 1 Lendah Wakili Kulon Progo di Lomba Nasional
"Bawang merah bukan hanya komoditas pangan, tapi penggerak ekonomi. Gunungkidul ini daerah agraris dengan luas lahan potensial," ujar Yashinta, dikutip dari laman resmi Pemkab Gunungkidul.
"Namun, di sisi lain beberapa wilayah masih masuk kategori rentan pangan," imbuh dia.
Maka penguatan melalui koperasi seperti Koperasi Desa Merah Putih sangat penting sebagai wadah pengembangan hasil tani," jelasnya.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyambut baik apresiasi ini dan menyampaikan bahwa panen raya adalah bukti ketangguhan petani dalam menghadapi berbagai kendala.
Baca Juga: 3 Pantai Terbaik di Gunungkidul untuk Camping, Favorit Anak Muda Nih!
Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPD RI agar dapat terus memajukan sektor pertanian di Gunungkidul.
"Maka melalui dialog aspiratif ini sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak dan tepat sasaran," ujarnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







