Jogja

Keraton Yogyakarta Sewakan Lahan untuk Jalan Tol Rp1.000an per Meter per Bulan

M. Mubin Wibawa | 25 Juli 2025, 07:06 WIB
Keraton Yogyakarta Sewakan Lahan untuk Jalan Tol Rp1.000an per Meter per Bulan



Akurat.co, Jogja
-Pihak Keraton Yogyakarta menyewakan lahan seluas 320.000 meter persegi untuk proyek jalan tol dengan skema jangka panjang.

Dalam kesepakatan, pemerintah menyewa lahan tersebut dengan harga Rp12.500 per meter per tahun, senilai Rp1.000an per bulan atau setara Rp500.000 per meter untuk jangka waktu 40 tahun.

Total nilai sewa mencapai Rp160 miliar. Namun jika dibandingkan dengan manfaat proyek jalan tol yang berskala strategis nasional, angka tersebut tergolong sangat rendah secara proporsional.

Seluruh lahan yang disewakan ini berstatus Sultan Ground (SG). Beberapa bidang sebelumnya merupakan tanah anggaduh kalurahan, yakni hak pakai oleh pemerintah desa.

Baca Juga: Sultan Izinkan Lahan Keraton 320.000 Meter Persegi untuk Proyek Jalan Tol

Namun, hak anggaduh tersebut telah dikembalikan secara resmi kepada keraton, sehingga secara administratif seluruh bidang kini berstatus murni Sultan Ground.

Penghageng II Panitikismo, KRT Suryo Satriyanto, menjelaskan bahwa pengembalian hak anggaduh ini menjadi syarat penting agar proses sewa tidak menimbulkan tumpang tindih administratif.

"Agar tidak terjadi kesalahan dalam administrasi sewa, maka hak anggaduh dari kalurahan terlebih dahulu dikembalikan kepada Kraton. Setelah itu, baru disusun skema sewa yang sah secara hukum dan adat,” ujarnya dikutip jogjaprov.go.id.

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, keraton memberikan kompensasi tahunan kepada kalurahan yang mengembalikan hak anggaduh.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Roy Rizali Anwar, memastikan bahwa seluruh biaya sewa ditanggung oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Masuk ke investasinya BUJT. Rp160 miliar untuk 320 ribu meter persegi, selama masa konsesi,” kata Roy di Jakarta, Senin (21/07).

Baca Juga: Gubernur DIY Tegaskan, Stadion Maguwoharjo Bisa Dipakai Semua Klub, Termasuk PSIM

Dibangun jalan tol Solo-Yogya-Kulonprogo dan Yogya-Bawen

Lahan SG tersebut digunakan untuk dua Proyek Strategis Nasional (PSN).

Yakni, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo dan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen.

Untuk proyek Tol Solo–Yogyakarta–Kulon Progo, lahan yang digunakan mencapai 245.302 meter persegi, terdiri dari 177 bidang tanah desa dan 17 bidang Sultan Ground. Proyek ini terbagi dalam tiga tahap.

Ruas Klaten–Prambanan telah selesai dan kini beroperasi tanpa tarif. Sementara ruas Prambanan–Purwomartani telah mencapai progres 78,93 persen.

Adapun ruas lainnya, seperti Purwomartani–Maguwo dan JC Sleman–Trihanggo, masih dalam tahap pembangunan. Tol ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.

Baca Juga: Hangat dan Segarnya Wedang Sendang Ayu Bu Marsui di Pasar Ngasem

Sementara itu, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memanfaatkan lahan seluas 75.440 meter persegi, terdiri dari 90 bidang tanah desa dan 8 bidang Sultan Ground.

Jalan tol sepanjang 75,12 kilometer ini terbagi menjadi enam seksi, menghubungkan Yogyakarta hingga Bawen melalui Borobudur, Magelang, Temanggung, dan Ambarawa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.