78 Calon Transmigran Ikuti Pelatihan Sebelum Berangkat ke Lokasi Tujuan

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 78 calon transmigran dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY mengikuti Pelatihan Calon Transmigran Angkatan 1, 2 dan 3.
Kegiatan digelar selama tujuh hari mulai dengan durasi 64 jam pelajaran, mulai Sabtu 27 September 2025 hingga 3 Oktober 2025 di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta (BBPPMT).
Rencananya mereka akan ditempatkan di Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan, Polewali Mandar Sulawesi Barat, Poso Sulawesi Tengah dan Halmahera Tengah Maluku Utara.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan bagi Calon Transmigran sebelum memulai hidup baru di wilayah baru.
Baca Juga: Pemkab Bantul Beri Uang Saku Rp15 Juta Per KK yang Ikut Program Transmigrasi
Program ini merupakan bagian dari program unggulan 5T Kementerian Transmigrasi, Trans Karya Nusa.
Transmigrasi menurut Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, menjadi solusi serta strategi dalam pembangunan nasional. Karena tidak sekedar berpindah tempat namun juga kesejahteraan transmigran juga meningkat.
“Kami harap kepada calon transmigran dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik di tanah yang baru atau tanah harapan," katanya.
Kementerian Transmigrasi akan melakukan koordinasi dengan Pemda terkait serta memberikan pendampingan kepada transmigran sampai mandiri.
Ia berharap melalui Transmigrasi dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Sampai saat ini Kementerian Transmigrasi telah mendirikan 1.560 desa yang merupakan produk dari program transmigrasi.
Baca Juga: Transmigran asal Sleman Tak Dapat Hak Semestinya, Bupati Turun Tangan
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pelatihan ini tentu memberikan bekal penting bagi calon transmigran karena tidak hanya dipersiapkan berpindah tempat tinggal.
Tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki keterampilan, mentalitas, serta wawasan yang matang dalam menghadapi tantangan di daerah tujuan.
“Transmigrasi bukan sekadar perpindahan fisik. Namun juga perpindahan pola pikir, sikap, mentalitas dan semangat untuk membangun peradaban baru yang lebih baik,” ujar Harda
Lebih lanjut, Harda berpesan bagi calon transmigran untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan agar mampu menyesuaikan diri dengan daerah tujuan.
“Tetaplah produktif dan inovatif dengan bekal pengetahuan, wawasan dan keterampilan yang didapat dari pelatihan ini. Jangan lupa untuk membaur, saling menghargai, dan bersama-sama membangun daerah tujuan transmigrasi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 5Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 6Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 7Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 8FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









