Korban Bencana Diusulkan Gratis Pengurusan Dokumen, Pengamat Nilai sebagai Langkah Penting Pemulihan Pascabencana

Akurat.co,Jogja-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan pembebasan seluruh biaya pengurusan dokumen masyarakat yang hilang akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera.
Usul mendagri untuk menggratiskan pengurusan dokumen ini didasari kondisi di lapangan, di mana banyak kantor pelayanan publik tingkat kecamatan dan desa mengalami kerusakan parah sehingga ribuan dokumen warga hilang.
“Layanan publik banyak terdampak. Begitu banyak KTP, ijazah, sertifikat dan dokumen lain yang hilang,” kata Tito di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Minggu (7/12/2025).
Langkah ini dianggap penting oleh Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang, Agisthia Lestari. Ia mendukung upaya tersebut.
Baca Juga: Pemda DIY Kirim 840 Kg Obat-obatan ke Korban Bencana di Sumatera
Agisthia menilai kebijakan penggratisan itu penting sebagai upaya memulihkan dokumen masyarakat terdampak.
Menurutnya, pemulihan data kependudukan sama krusialnya dengan perbaikan infrastruktur fisik pascabencana.
Jika dokumen yang hilang terlalu lama tidak diurus, dapat menimbulkan masalah baru dalam pendataan penduduk dan aset.
Ia menambahkan, konsolidasi seluruh dokumen dalam satu paket layanan kemungkinan sulit dilakukan karena perbedaan otoritas penerbit.
KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) berada di Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri). Ijazah berada di Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) atau Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi).
Lebih jauh, ia menilai kebijakan mendagri berpotensi mencegah sengketa aset seperti tanah atau bangunan, yang rawan muncul ketika sertifikat hilang akibat bencana.
“Ini sangat penting untuk mengantisipasi praktik mafia tanah, terutama ketika warga kehilangan rumah atau lahan yang rusak pascabencana,” tambahnya.
Agisthia juga menyoroti pentingnya strategi digitalisasi data pribadi dan aset sebagai solusi jangka panjang.
Ia menekankan perlunya standar keamanan siber yang kuat, penyimpanan data multi lokasi, serta pusat data alternatif agar informasi tetap aman saat terjadi bencana.
“Bencana di Sumatera menunjukkan bahwa data adalah aset strategis.
Baca Juga: UGM Kirim Tim Trauma Healing ke Lokasi Bencana di Aceh dan Sumatera
Pemerintah harus menjadikan ini momentum memperkuat infrastruktur digital yang resilien, terutama off-site backup dan pusat data alternatif,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









