Akurat.co, Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, ada 40 warga terdampak dari gempa Pacitan yang terjadi Jumat (06/01/2026) dini hari.
Selain warga luka, gempa juga membuat sejumlah rumah dan fasilitas ibadah rusak. Termasuk fasilitas pemerintahan, pendidikan dan kesehatan.
"Paling banyak yang terdampak ada di Kabupaten Bantul. Ada 10 kapanewon yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata.
Di Kabupaten Bantul, delapan rumah rusak akibat gempa. Tempat ibadah dan fasilitas pendidikan masing-masing dua lokasi.
Baca Juga: Tercatat 1.799 Kasus, Pemkot Jogja dan Bethesda Yakkum Kerja Sama Atasi HIV/AIDS
Dan fasilitas pendidikan serta kesehatan masing-masing ada di satu lokasi.
Di Kota Yogyakarta, ada atap balai kampung warga di Umbulharjo ikut terdampak.
"Sedangkan di Sleman, Kulon Progo dan Gunungkidul sementara belum ada laporan dampak gempa," jelasnya.
Untuk korban luka, dirujuk di sejumlah rumah sakit di DIY. Seperti RSIY PDHI (3 orang), RSU PKU Muhammadiyah Bantul (9 orang), RSUD Panembahan Senopati (6 orang), RS Rajawali Citra (6 orang).
Baca Juga: Kasus Leptospirosis Meningkat di Kota Jogja, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Skrining
Ada juga yang mendapatkan perawatan di RS Nur Hidayah (3 orang), RSA UGM (2 orang), RSU Permata Husada (1 orang), RS ST Elisabeth (1 orang), RSUD Saras Adyatma Bantul (3 orang), RS UII (1 orang), RSU Prambanan (4 orang) dan Puskesmas Sanden (1 orang).
Seperti diketahui, terjadi gempa bumi dengan parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,98° LS ; 111,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 58 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Baca Juga: Sasar 5.024 Pekerja, Dinas Tenaga Kerja Sleman Kembali Laksanakan Padat Karya
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bantul, Sleman, Pacitan dengan skala intensitas IV MMI. Jila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo dan Banjarnegara dengan skala intensitas III MMI. Atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan truk berlalu.
Tuban dan Jepara dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 8SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi








