Belasan Warga Kota Yogyakarta Terpaksa Mengungsi Terdampak Cuaca Ekstrim

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 16 warga Kota Yogyakarta terpaksa mengungsi akibat terdampak cuaca ekstrim yang melanda DIY, Minggu (15/02/2026) malam hingga Senin (16/02/2026).
Berdasarkan Sitrep (Situation Report) laporan kejadian cuaca ekstrim di DIY, di Kota Yogyakarta terjadi tanah longsor yang menimpa empat rumah.
Di Kota Yogyakarta dampak cuaca ekstrim tersebar di tujuh lokasi di empat kemantren. Di Kraton, Ngampilan, Gondokusuman dan Mergangsan.
"Dilaporkan ada empat warga terdampak luka ringan akibat terdampak cuaca ekstrem," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryanta, Selasa (17/02/2026).
Baca Juga: Indonesia Disebut Negara Termiskin Kedua Dunia di Bawah Zimbabwe, Pakar UGM Ungkap Fakta Sebenarnya
Selain di Kota Yogyakarta, hujan deras beserta angin juga berdampak di empat kabupaten lain di DIY.
Di Kabupaten Kulon Progo juga ada tanah longsor. Cuaca ekstrem terpantau berimbas di 19 titik di delapan kapanewon. Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan dan Sentolo.
Dampak kerusakannya berupa pohon tumbang, rumah rusak, jaringan internet, irigasi dan rumah.
Tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak tujuh lokasi di enam kapanewon terdampak cuaca ekstrim. Dampak kerusakannya, berupa pohon tumbang, rumah rusak, jembatan dan juga talud longsor. Ada dua rumah warga yang terdampak longsor.
Baca Juga: Keren! Sereal Asli Gunungkidul Ini Cocok Buat yang Lagi Diet
"Estimasi kerugian cuaca ekstrim di Kabupaten Gunungkidul sekitar Rp 21 juta," jelasnya.
Badan Diklat DIY Gunung Sempu yang terdapat di Tamantirto Kasihan Bantul juga terdampak cuaca ekstrim. Satu unit rumah di juga terdampak tanah longsor.
Dampak paling luas terjadi di Kabupaten Sleman. Ada di 25 lokasi di tujuh kapanewon. Delapan rumah, fasilitas pemerintahan, pondok pesantren dan kandang ternak dilaporkan terdampak.
"Kami menghimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di wilayah DIY dan sekitarnya dalam beberapa hari kedepan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







