Pemkab Sleman Serukan Belanja di Pasar Tradisional Melalui GEMPAR

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR).
Gerakan ini diikuti seluruh ASN dan non ASN di lingkungan Pemkab Sleman. Termasuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Sleman.
Kolaborasi ditegaskan melalui SE Sekda Nomor 0262/2026 tanggal 20 April 2026 Tentang GEMPAR, yang dilaksanakan tanggal 22 - 30 April 2026.
Aris Herbandang selaku Sekretaris Dinas Perindag Sleman mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat/tradisional sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para pedagang pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Calon Jamaah Haji asal Sleman Mulai Diberangkatkan
Kegiatan ini juga digelar dalam rangka Hari Kartini, menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Pemkab Sleman menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk para pedagang di pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman.
"Melalui gerakan ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang berdaya saing," ungkapnya, Kamis (23/04/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya menyampaikan, GEMPAR menjadi yang momentum yang baik bagi perempuan secara bersama ikut menggerakkan perekonomian daerah dengan berbelanja di pasar tradisional.
Baca Juga: Sleman Bakal Bangun Gedung Perpustakaan Baru, Siapkan Anggaran Rp 30 M
Selain menggerakkan ekonomi juga menjadi media organisasi untuk menyapa pedagang pasar yang kebanyakan kaum perempuan.
"Kami mengapresiasi respon positif dan partisipasi aktif dari organisasi-organisasi perempuan yang telah menyambut baik ajakan kami untuk mengikuti kegiatan ini," ujarnya.
Meramaikan pasar rakyat berarti telah berkontribusi secara kolektif memperkuat kondisi ekonomi keluarga, utamanya perempuan-perempuan yang mengais rezeki dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
Melalui GEMPAR, diharapkan pasar rakyat dapat semakin berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta penggunaan produk dalam negeri semakin meningkat.
Baca Juga: Gandeng Baznas, Dinkes Sleman Bakal Gelar Sunatan Massal Gratis
Partisipasi aktif seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan gerakan ini dalam memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 6Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









