Jadi Pusat Eskpor-Impor, Bantul Beri Perhatian Khusus Potensi Perdagangan Manusia

Akurat.co,Jogja-Wilayah Bantul memberikan kontribusi hingga 70 persen untuk kegiatan ekspor di DIY.
Aktivitas ekspor-impor menjadi salah satu pintu masuk orang asing di Bantul.
Pemkab pun mewaspadai potensi adanya upaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Menurut Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, layanan keimigrasian menjadi sangat penting untuk mencegah risiko tersebut.
"Aktivitas ekspor-impor menjadi salah satu pintu masuk orang asing ke Kabupaten Bantul, sehingga layanan keimigrasian yang optimal menjadi sangat penting,” tegasnya.
Guna mencegah hal tersebut, Pemkab dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjalin kerja sama untuk mengatasi masalah keimigrasian, juga potensi TPPO.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY, Junito Sitorus, menyampaikan bahwa nota kesepakatan kali ini berfokus pada bidang keimigrasian, terutama penguatan layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bantul.
Menurutnya, sinergi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat Bantul dalam memperoleh layanan keimigrasian secara lebih dekat, cepat, dan efisien melalui MPP.
Baca Juga: Rombongan Pertama Jemaah Haji Bantul Resmi Diberangkatkan, Rombongan Kedua Sore Ini
Selain penguatan layanan di MPP, Ditjen Imigrasi DIY juga akan melakukan pengukuhan Desa Binaan serta penyuluhan ke masyarakat untuk memperluas jangkauan layanan keimigrasian.
"Langkah ini dinilai penting sebagai upaya preventif agar masyarakat yang hendak bekerja atau bepergian ke luar negeri tidak menjadi korban TPPO," kata Sitorus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









