Triwulan I 2026, Investasi Sleman Tembus Rp 1,15 T

Akurat.co, Jogja - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman mencatatkan realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan arah pertumbuhan yang positif dan konsisten.
Hal ini sekaligus menjadi fondasi awal yang kuat dalam mendukung pencapaian target investasi tahunan.
Dan juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah, ketersediaan infrastruktur serta potensi pasar yang terus berkembang.
Kepala DPMPTSP Sleman Triana Wahyuningsih mengungkapkan, capaian realisasi investasi di Kabupaten Sleman Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebesar Rp 1,15 triliun dari 2.637 proyek investasi.
Baca Juga: 26.747 KK di Sleman Masuk Miskin Ekstrem
Realisasi investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 512 miliar dari 331 proyek investasi.
Sedangkan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 639 miliar dari 2.306 proyek investasi.
"Capaian realisasi investasi Triwulan I Tahun 2026 ini mampu menyerap 3.438 tenaga kerja," ujarnya, Jumat (08/05/2026).
Angka ini mencerminkan pertumbuhan year-on-year (YoY) sebesar 16,60% dibandingkan Triwulan I Tahun 2025 yang sebesar Rp 987 miliar.
Baca Juga: Dukcapil Sleman, Inovasikan Layanan Adminduk Selesai di Kalurahan
Secara quarter-on-quarter (QoQ), pertumbuhan bahkan mencapai 93,29% dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025 yang sebesar Rp 595 miliar.
Kontribusi realisasi investasi Kabupaten Sleman Triwulan I Tahun 2026 terhadap capaian realisasi investasi DIY sebesar 57% dari capaian DIY yaitu sebesar Rp 2,014 triliun.
"Ini mengindikasikan, Kabupaten Sleman masih menjadi tujuan investasi utama di DIY," jelasnya.
Kontribusi lima sektor terbesar penyumbang realisasi investasi adalah sektor industri lainnya, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, hotel dan restoran, jasa lainnya, serta perdagangan dan reparasi.
Baca Juga: Sleman Masih Kekurangan 5.000 Ekor Sapi untuk Kurban
Kehadiran investasi PMA ini menunjukkan, peran investor asing juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman.
Terutama dalam hal pembiayaan proyek berskala besar, transfer teknologi, maupun peningkatan kapasitas produksi.
Peminatan investasi lima tertinggi berdasarkan jumlah proyek investasi yaitu sektor perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, hotel dan restoran, konstruksi serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran
Digitalisasi pelayanan perizinan dan strategi peningkatan investasi untuk mendukung iklim usaha yang kondusif di Kabupaten Sleman diarahkan pada penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha/masyarakat.
"Kami menyadari, kemudahan berusaha merupakan faktor kunci dalam menarik dan mempertahankan investasi. Untuk itu berbagai upaya reformasi birokrasi terus dilakukan, khususnya dalam penyederhanaan prosedur perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik," urainya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









