Mengenal Kampung Gambiran Kota Jogja, Dulunya Alas Gambir

Akurat.co,Jogja-Setiap penamaan wilayah, seperti Kampung Gambiran, Kota Jogja, memiliki sejarah yang melatarbelakangi.
Faktanya, penamaan Kampung Gambiran karena dulunya wilayah tersebut merupakan hutan atau alas Gambir.
Ketua Kampung Gambiran, Susilo Edy mengatakan, Kampung Gambiran dulunya memang berawal dari Alas Gambir.
Baca Juga: Wali Kota Jogja Ajak Perbankan Daerah Kembangkan Marketplace bantu UMKM
Alas Gambir kemudian hilang digantikan rumah-rumah warga dan lingkungan yang baru.
Menghidupkan lagi Pohon Gambir
Warga Gambiran sebenarnya berupaya kembali menanam Pohon Gambir demi mendukung toponimi.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan toponimi adalah cabang onomastika yang menyelidiki nama tempat.
Onomastika merupakan bidang ilmu linguistik yang menyelidiki asal usul, bentuk, makna diri, serta nama orang dan tempat.
Tapi sejumlah upaya yang dilakukan senantiasa mengalami kegagalan.
Padahal keberadaan Pohon Gambir sangat diperlukan guna mendukung toponimi.
Baca Juga: 13.669 Anak Usia Sekolah di DIY Tidak Sekolah
"Rencana kita besok itu setiap rumah kalau bisa ada pohon Gambirnya.
Disepanjang Sungai Gajah Wong, halaman-halaman ditanami Pohon Gambir," kata Susilo.
Pohon Gambir yang telah disemai. (foto: pemkot jogja)
Dibantu mahasiswa KKN UPN mulai penyemaian Pohon Gambir
Pemkot bersama dengan mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta berkolaborasi untuk menanam kembali Pohon Gambir.
Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Hasto bersama masyarakat Kampung Gambiran, Pandeyan, menyemai biji Pohon Gambir di Taman Pandeyan di bantaran Kali Gajah Wong pada Sabtu (9/5/2026).
Hasto menilai kegiatan tidak sekadar menyemai tapi juga memperkuat pondasi budaya dan ekologi.
Penyemaian biji Gambir adalah salah satu langkah proenvironment atau prolingkungan.
"Gambir sebagai bagian dari representasi Kampung Gambiran menjadi bagian yang bisa menjadi penanda lingkungan di sini.
Terutama kampungnya sudah bernama Kampung Gambiran, tapi pohon gambirnya tidak ada atau habis," ujarnya.
Hasto memberikan apresiasi untuk kegiatan KKN UPN.
"Kegiatan KKN UPN ini, Insya Allah Kampung Gambiran akan ditumbuhi pohon-pohon Gambir yang luar biasa," kata Hasto.
Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter menegaskan Gambir memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung antibiotik untuk membunuh bakteri dan antioksidan mencegah sel-sel tubuh mati.
Tradisi orang tua Jawa dulu menggunakan Gambir untuk menginang. Pada era modern Gambir digunakan sebagai bahan kosmetik.
Baca Juga: Serius dengan Program Kawasan Tanpa Rokok, Pemkot Jogja Kebut Revisi Perda
Ketua Kelompok Mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang ditugaskan di Kampung Gambiran, Muhammad Hauzan Akif menyampaikan awalnya mendengar cerita-cerita dari warga sebelumnya terkait penanaman bibit Pohon Gambir di Gambiran yang sebagian mati.
Beruntung salah satu teman kelompok mereka orangtuanya tinggal di Kepulauan Riau menanam Pohon Gambir.
Kemudian dikirimkan biji-biji Pohon Gambir dari Riau untuk disemai dan ditanam di Kampung Gambiran.
Ronald Ansar, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang orangtuanya memiliki Pohon Gambir, menjelaskan proses penyemaian memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga bulan.
Setelahnya bibit nanti bisa dipindahin ke polybag kecil.
Setelah itu menunggu pohonnya sekitar 15 cm sampai 20 cm barulah bisa dipindahin ke tanah.
"Jadi prosesnya dari semai sampai pindah ke tanah itu perlu sekitar empat bulan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi







