Kerja Sama dengan Kampus, Penataan Kawasan Kali Code Ditarget Rampung 4 Tahun

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menargetkan penataan kawasan Kali Code bisa selesai dalam waktu empat tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo disela-sela mendampingi kunjungan reses Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas ke Kampung Terban Madani, Kota Yogyakarta, Senin (11/5).
Menurut Hasto, Pemkot berkomitmen menangani kawasan kumuh melalui pola pemugaran dengan konsep Mundur, Munggah dan Madhep Kali (M3K).
Baca Juga: Dulu Beratap Asbes dan Mepet Sungai, Kini Warga Bantaran Kali Code Miliki Rumah Layak Huni
Hasto menyebutkan, menjalin kolaborasi dengan kampus atau universitas melalui One Village One Sister University.
"Kami bercita-cita sepanjang Sungai Code ini selesai dengan konsep munggah, madhep kali," terangya.
"Penataan dilakukan bersama perguruan tinggi melalui program One Village One Sister University,” imbuhnya.
Penataan mulai menunjukkan hasil
Penataan kawasan setidaknya sudah mulai menunjukkan hasil.
Di mana sebanyak 22 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di area rawan longsor kini telah menempati hunian baru yang ditata melalui proses dialog intensif bersama warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti menjelaskan penataan kawasan Terban Madani dilakukan melalui proses panjang.
“Kami door to door mendiskusikan desain rumah bersama warga. Pendampingannya juga dibantu mahasiswa dari UII sehingga masyarakat benar-benar dilibatkan,” jelas Umi.
Baca Juga: Buntut Buang Sampah Sembarangan, Kali Code Kini Dipasangi CCTV dan Tambah Penerangan
Ia menyebut desain kawasan sepanjang Sungai Code disusun bersama perguruan tinggi, termasuk UGM dan UII, dengan tetap mempertimbangkan proporsi lahan yang sebelumnya dimiliki warga.
Salah satu warga Terban, Harjono menyampaikan, rasa syukur atas pembangunan hunian baru yang dinilai jauh lebih layak dibanding kondisi sebelumnya di bantaran sungai.
“Kami sangat bersyukur sekarang bisa tinggal di rumah yang menurut kami sangat megah dan nyaman,” katanya.
Pesan GKR Hemas
Sementara itu, GKR Hemas mengapresiasi penataan kawasan Terban Madani yang dinilai telah berjalan cukup baik, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Nama Asli GKR Hemas
“Penataan ruang di kawasan ini sudah cukup bagus. Saya lihat penataan yang sedang berjalan juga semakin banyak. Yang penting sungainya sudah bersih,” jelas GKR Hemas.
Menurutnya, komunikasi dengan warga menjadi aspek terpenting dalam proses penataan kawasan bantaran sungai.
Ia menegaskan penanganan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 4Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 5Tangan di Saku, Manajer PSIM Iksan Mahar Meminta Maaf
- 6Hadapi PSIM, PSM Makassar Lakukan Persiapan Khusus
- 7Kapolda Baru DIY Bakal Terbitkan Aturan Unjuk Rasa
- 8Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









