Jogja

Kerja Sama dengan Kampus, Penataan Kawasan Kali Code Ditarget Rampung 4 Tahun

Tegar Wahyudi | 12 Mei 2026, 09:04 WIB
Kerja Sama dengan Kampus, Penataan Kawasan Kali Code Ditarget Rampung 4 Tahun
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan GKR Hemas saat meninjau kawasan Kali Code. (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja menargetkan penataan kawasan Kali Code bisa selesai dalam waktu empat tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo disela-sela mendampingi kunjungan reses Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas ke Kampung Terban Madani, Kota Yogyakarta, Senin (11/5).

Menurut Hasto, Pemkot berkomitmen menangani kawasan kumuh melalui pola pemugaran dengan konsep Mundur, Munggah dan Madhep Kali (M3K).

Baca Juga: Dulu Beratap Asbes dan Mepet Sungai, Kini Warga Bantaran Kali Code Miliki Rumah Layak Huni

Hasto menyebutkan, menjalin kolaborasi dengan kampus atau universitas melalui One Village One Sister University.

"Kami bercita-cita sepanjang Sungai Code ini selesai dengan konsep munggah, madhep kali," terangya.

"Penataan dilakukan bersama perguruan tinggi melalui program One Village One Sister University,” imbuhnya.

Penataan mulai menunjukkan hasil

Penataan kawasan setidaknya sudah mulai menunjukkan hasil.

Di mana sebanyak 22 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di area rawan longsor kini telah menempati hunian baru yang ditata melalui proses dialog intensif bersama warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti menjelaskan penataan kawasan Terban Madani dilakukan melalui proses panjang.

“Kami door to door mendiskusikan desain rumah bersama warga. Pendampingannya juga dibantu mahasiswa dari UII sehingga masyarakat benar-benar dilibatkan,” jelas Umi.

Baca Juga: Buntut Buang Sampah Sembarangan, Kali Code Kini Dipasangi CCTV dan Tambah Penerangan

Ia menyebut desain kawasan sepanjang Sungai Code disusun bersama perguruan tinggi, termasuk UGM dan UII, dengan tetap mempertimbangkan proporsi lahan yang sebelumnya dimiliki warga.

Salah satu warga Terban, Harjono menyampaikan, rasa syukur atas pembangunan hunian baru yang dinilai jauh lebih layak dibanding kondisi sebelumnya di bantaran sungai.

“Kami sangat bersyukur sekarang bisa tinggal di rumah yang menurut kami sangat megah dan nyaman,” katanya.

Pesan GKR Hemas

Sementara itu, GKR Hemas mengapresiasi penataan kawasan Terban Madani yang dinilai telah berjalan cukup baik, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Nama Asli GKR Hemas

“Penataan ruang di kawasan ini sudah cukup bagus. Saya lihat penataan yang sedang berjalan juga semakin banyak. Yang penting sungainya sudah bersih,” jelas GKR Hemas.

Menurutnya, komunikasi dengan warga menjadi aspek terpenting dalam proses penataan kawasan bantaran sungai.

Ia menegaskan penanganan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.