Jogja

1.061 KDMP Diresmikan Presiden, Koperasi di Bantul Belum Beroperasi

Haris Ma'ani | 18 Mei 2026, 06:53 WIB
1.061 KDMP Diresmikan Presiden, Koperasi di Bantul Belum Beroperasi
Foto bangunan KDMP. Sebanyak 1.61 KDMP sudah diresmikan Presiden RI, Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026). (foto: simkopdes.go.id)

Akurat.co,Jogja-Presiden RI, Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Peresmian dilakukan secara serentak di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Meski demikian, KDMP di Bantul belum termasuk dalam koperasi yang diresmikan karena masih dalam persiapan.

KDMP di Bantul ditargetkan diresmikan pada tahapan berikutnya, Agustus.

Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budiraharja mengatakan Kabupaten Bantul belum termasuk dalam tahap pertama koperasi yang diresmikan secara nasional.

Baca Juga: Pujian Menko Pangan Zulkifli Hasan untuk Koperasi Merah Putih Sleman, Contoh KDMP Lainnya

Hanya saja, sejumlah bangunan koperasi di Bantul disebut sudah selesai dibangun.

Agus menjelaskan kebutuhan yang masih dipersiapkan antara lain rak, AC, CCTV, kendaraan operasional, hingga produk yang akan dijual di koperasi.

Menurutnya, kesiapan tersebut penting agar koperasi dapat langsung berjalan optimal saat diresmikan.

“Kemungkinan Bantul akan diikutkan pada peresmian di bulan Agustus. Paling tidak sepuluh bangunan itu sudah siap sehingga bisa menjadi contoh untuk KMP yang ada di Kabupaten Bantul,” ungkap Agus dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Senin (18/5/2026).

Pesan Prabowo saat peresmian

Presiden Prabowo menilai koperasi desa akan menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat masyarakat bawah.

Ia memperkirakan sedikitnya Rp45 juta uang beredar setiap hari di satu desa melalui berbagai aktivitas ekonomi warga.

Keberadaan koperasi juga akan memangkas biaya logistik karena masyarakat tidak lagi bergantung pada pasar yang jauh dari desa.

“Artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup,” ujarnya.

Prabowo menyebut program Koperasi Merah Putih akan diperkuat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengatakan perputaran uang dari program tersebut nantinya akan langsung masuk ke desa dan menggerakkan ekonomi lokal.

Skema tersebut menjadi bantalan ekonomi nasional di tengah tekanan pasar bebas global.

“MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” tegas Presiden Prabowo.

Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, koperasi Merah Putih juga akan difungsikan sebagai penyalur pupuk subsidi, bantuan pemerintah, layanan logistik, hingga apotek murah bagi masyarakat.

Pemerintah bahkan menyiapkan gerai layanan keuangan di setiap koperasi untuk mempermudah akses pembiayaan rakyat.

Baca Juga: Kantongi Rp10 Miliar per Hari, Koperasi Gemah Ripah DIY Juga Ubah Limbah Buah jadi Listrik

Koperasi Merah Putih nantinya juga akan menjadi penghubung masyarakat desa terhadap layanan keuangan murah dan akses usaha produktif.

Pemerintah juga telah menurunkan bunga pinjaman ultra mikro Mekaar dari kisaran 22 hingga 24 persen menjadi 8 persen.

Kebijakan itu dilakukan agar masyarakat kecil, khususnya perempuan pelaku usaha mikro di desa, memperoleh akses kredit yang lebih ringan.

“Masa pengusaha besar dapat 9 persen, emak-emak di kampung-kampung dapat 24 persen? Yang nggak bener itu, kita ubah,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.