Warga Wirokerten Bantul Keluhkan Talud Ambrol di Sungai Gajah Wong

Akurat.co, Jogja - Komisi C DPRD DIY merespon atas laporan adanya talud ambrol di Dusun Sampangan Kalurahan Wirokerten Kapanewon Banguntapan Bantul.
Talud yang berada di bantaran Sungai Gajah Wong tersebut dilaporkan terus mengalami kerusakan dan berpotensi mengancam jembatan di sekitar lokasi.
Turut mendampingi rombongan Komisi C DPRD DIY, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Dinas PUPESDM DIY, perwakilan Pemkab Bantul.
Lurah Wirokerten Rakhmawati Wijayaningrum mengatakan, ambrolnya talud ini sudah terjadi sejak tahun 2024. Pada awalnya kerusakan hanya kecil dan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga.
Baca Juga: Pengemudi Ojol Sampaikan Keluhan ke DPRD DIY, Mulai Tarif hingga Perlindungan Kerja
Namun kondisi terus memburuk setiap musim hujan karena posisi talud berada di tikungan Sungai Gajah Wong yang memiliki arus cukup deras.
“Saat ini panjang talud yang ambrol mencapai sekitar 40 meter dengan tinggi kurang lebih 5 meter dan lebar sekitar 5 meter. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan terus meluas hingga mengancam jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi,” ujar Rakhmawati, Kamis (21/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, langsung dilakukan koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan darurat. Anggota Komisi C, Aslam Ridlo mengatakan, hasil koordinasi menyepakati pembagian peran antar instansi agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Pihak BBWSSO siap membantu kawat bronjong. Tenaga kerja dari kalurahan. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul diminta menyiapkan material batu untuk penanganan sementara,” jelas Aslam.
Baca Juga: DPRD dan Disdikpora DIY Temukan Fakta Penyebab Anak Tak Sekolah
Anggota Komisi C Lilik Syaiful Ahmad menilai, kondisi talud saat ini sudah cukup mengkhawatirkan karena jarak kerusakan dengan jembatan hanya sekitar 40 meter.
Untuk itu ia meminta penanganan dilakukan secepat mungkin sebelum kerusakan semakin meluas. “Kalau tidak segera ditangani, sangat berpotensi merembet ke jembatan. Penanganannya harus segera dilakukan sebelum musim hujan datang,” tegasnya.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro juga menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dalam menangani kerusakan talud di Sungai Gajah Wong.
“Kalau nanti musim penghujan tiba sementara talud belum diperbaiki, maka kerusakan akan semakin meluas dan penanganannya akan jauh lebih berat karena sudah mengancam jembatan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









