Jogja

Kolaborasi InJourney Destination Management dan Kemenko PMK, Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Candi Prambanan

Atiek Widyastuti | 24 Mei 2026, 10:29 WIB
Kolaborasi InJourney Destination Management dan Kemenko PMK, Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di Candi Prambanan
Apel siaga bencana di Candi Prambanan untuk memperingati 20 tahun gempa bumi. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - InJourney Destination Management (IDM) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta di Lapangan Garuda, kompleks Candi Prambanan, Sabtu (23/05/2026).

Peringatan ini diharapkan bisa menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana.

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan didampingi Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati secara langsung membuka rangkaian kegiatan yang dimulai dari simulasi bencana di SMA I Kalasan, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: 20 Tahun Gempa DIY-Jateng, Ratusan Pelajar SMAN 1 Kalasan Ikuti Simulasi Tanggap Darurat

“Peringatan dua dekade Gempa Yogyakarta menjadi pengingat penting akan besarnya risiko bencana yang dihadapi kawasan DIY dan berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi ruang refleksi atas peristiwa gempa tahun 2006 yang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat, momentum ini juga diarahkan sebagai sarana edukasi publik untuk membangun memori kolektif dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang,” jelas Lilik Kurniawan.

Kegiatan ini menghadirkan pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan berbagai pihak. Antara lain pemerintah, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat secara langsung.

Rangkaian kegiatan dalam peringatan ini meliputi Kunjungan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Pasar Penyintas, Apel Kesiapsiagaan, Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana, hingga Diskusi Panel yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan terkait kebencanaan.

Berbagai agenda tersebut dirancang untuk memperkuat literasi kebencanaan masyarakat sekaligus memperlihatkan kapasitas dan kesiapan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki lintas instansi.

Baca Juga: Pemkab Sleman Serukan Belanja di Pasar Tradisional Melalui GEMPAR

Selain itu, Pasar Penyintas juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk UMKM penyintas Gempa Yogyakarta 2006 sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor. Meningkatkan kesiapan sumber daya dan peralatan penanggulangan bencana, serta mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pihak terdampak, tetapi juga menjadi subjek yang proaktif dan tangguh dalam meminimalisir risiko bencana,” lanjutnya.

IDM menggelar pelatihan tanggap bencana kepada 1.000 siswa SMA di Kabupaten Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul. Program bertajuk InJourney Community Care yang berjalan dari bulan Januari–Mei 2026 ini menghadirkan serangkaian materi intensif.

Mencakup spektrum mitigasi yang meliputi pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan, evakuasi hingga simulasi penanganan darurat.

Baca Juga: BPBD DIY Data Kerusakan akibat Gempa Pacitan, Wilayah Bantul Paling Terdampak, 40 Warga Dirawat

Menurut Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati, keterlibatan perusahaan dalam peringatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada pariwisata.

Tetapi juga memiliki nilai edukasi, keberlanjutan dan ketangguhan masyarakat. “Kawasan destinasi wisata memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik. Termasuk dalam membangun kesadaran mitigasi bencana,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.