Rumah Warga Jogja yang Roboh akibat Hujan Lebat Akhirnya Diperbaiki

Akurat.co,Jogja- Bambang Dwi Anggoro dan Aan Prasetyo merasakan kegembiraan.
Rumah tinggalnya di Ledok Tukangan RT 007 RW 002, Kelurahan Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta, yang roboh akibat hujan lebat beberapa waktu lalu akhirnya mendapat bantuan perbaikan dari pemkot Jogja.
Rumah mereka mengalami kerusakan cukup berat, mulai dari atap yang hilang hingga beberapa bagian dinding yang roboh.
Baca Juga: Ungkapan Warga Kota Jogja Penerima Program Bedah Rumah, Bersyukur Rumah Tak Bocor Lagi
Bambang dan Aan, yang mengalami keterbatasan ekonomi tak menyangka tempat tinggalnya kini kembali layak.
Pemkot dan Baznas Kota Jogja bersama-sama memberikan bantuan pembangunan rumah tersebut.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyebutkan bahwa perbaikan rumah merupakan bagian dari program yang dicanangkan pemerintahannya.
Hasto mengungkapkan target program bedah rumah di Kota Yogyakarta selama tahun 2026 mencapai 200 rumah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 rumah berasal dari program Baznas dan 130 rumah dari program pemerintah kota.
"Targetnya 200 rumah. Bulan Juni nanti bertepatan ulang tahun Kota Yogyakarta, kita ingin memperbanyak lagi. Kalau bisa sebulan sampai 20 rumah yang dibedah,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (25/5/2026).
Rumah single parent juga tak luput dari perbaikan
Bantuan bedah rumah juga diberikan kepada Ispurwanti, warga RT 042 RW 009 Kampung Tegal Kemuning, Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta.
Rumah yang ditempatinya bersama anak-anak roboh akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.
"Rumah yang roboh ini ditempati seorang single parent bersama anaknya. Bisa dibayangkan kalau pemerintah tidak hadir dan tidak segera memperbaiki," kata Hasto.
Ia menegaskan, program bedah rumah yang dijalankan bersama Baznas dilakukan secara cepat dan tanpa proses berbelit agar masyarakat yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan.
“Baznas langsung gerak cepat, tidak melihat siapa dan kenapa, tapi langsung bertindak tanpa banyak syarat. Kalau semua harus ditanya sertifikat dan administrasi lainnya terus-menerus, bantuan tidak akan segera terlaksana,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Targetkan Perbaikan 200 Rumah Tak Layak di 2026
Mendapatkan bantuan dari pemerintah, Ispurwanti mengaku sangat bersyukur.
Ia menceritakan rumahnya roboh secara tiba-tiba saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayahnya pada Rabu lalu.
“Alhamdulillah, senang sekali dibantu. Rumah roboh pas hujan angin kemarin. Kalau tidak hujan masih saya tempati, tapi kalau hujan saya mengungsi ke rumah adik atau kakak,” ungkapnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









