Jogja

Karena Ini, Komisi B DPRD DIY Sebut Sendangtirto Berbah Memiliki Potensi yang Langka

Atiek Widyastuti | 25 Mei 2026, 14:44 WIB
Karena Ini, Komisi B DPRD DIY Sebut Sendangtirto Berbah Memiliki Potensi yang Langka
Komisi B DPRD DIY mengunjungi Dharma Nila Farm di Berbah Sleman. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Kalurahan Sendangtirto Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman telah lama dikenal dengan potensi ikannya. Hal ini, lantaran sebagian besar masyarakat Berbah mengandalkan sektor perikanan sebagai mata pencaharian.

Hal ini didukung dengan melimpahnya suplai air di Berbah. Tak heran jika produksi ikan budidaya disana juga melimpah.

Komisi B DPRD DIY mendorong pengembangan budidaya ikan air tawar di sana sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan wisata berbasis perikanan.

Dipimpin Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto, para wakil rakyat tersebut mengunjung Dharma Nila Farm yang berada di Klampok Baru RT 01 / RW 24 Sendangtirto Berbah.

Baca Juga: Pengemudi Ojol Sampaikan Keluhan ke DPRD DIY, Mulai Tarif hingga Perlindungan Kerja

Bersama jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, rombongan melihat langsung pengembangan budidaya ikan nila air tawar yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sendangtirto memiliki potensi yang langka di DIY. Berupa sumber mata air dan aliran sungai yang melimpah," kata Danang, Senin (25/05/2026).

Selain sektor perikanan, Komisi B DPRD DIY juga melihat potensi pengembangan wisata berbasis air di kawasan tersebut. Menurut Danang, wisata kolam, wisata air, hingga snorkeling dapat dikembangkan sebagai sektor pendukung yang terintegrasi dengan budidaya ikan.

Ketua Dharma Nila Farm, Sudarmono menjelaskan, usaha budidaya yang dijalankannya telah dimulai sejak tahun 2004. Sejak lama ia telah aktif memberikan pelatihan budidaya ikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Komisi C DPRD DIY Soroti Permasalahan Underpass Kulur Temon Kulonprogo

Namun, ia menilai pelatihan singkat belum cukup untuk menghasilkan pembudidaya yang berhasil karena dibutuhkan pendampingan jangka panjang dan proses belajar yang berkelanjutan.

“Untuk masalah pelatihan sudah melatih dari dulu, jadi tidak henti-henti untuk memberikan. Karena memang untuk bisa itu butuh waktu lama, ilmunya terlalu banyak,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas budidaya. Terutama pada aspek indukan ikan yang menjadi faktor utama dalam produksi benih. Menurutnya, kualitas indukan akan terus menurun apabila tidak dijaga secara serius.

“Indukan ini penting. Indukan ini menjadi salah satu sarana produksi dalam budidaya untuk bibit. Bibit itu termasuk syarat utama untuk produksi,” tegas Sudarmono.

Baca Juga: DPRD DIY Usulkan 5 Langkah Guna Selamatkan APBD

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R Hery Sulistio Hermawan menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Dharma Nila Farm. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan kelompok budidaya dapat terus diperkuat melalui berbagai program pembinaan dan pengembangan.

“Harapannya bisa bersinergi, dan ada program-program nasional yang bisa diadopsi. Paling tidak bisa mendapatkan faedahnya,” ujarnya.

Hery menjelaskan bahwa pihak dinas saat ini tengah melakukan pengembangan varietas ikan Nilasa (Nila Satria) yang sudah memasuki generasi ketiga (F3).

Pengembangan tersebut dilakukan untuk menciptakan indukan ikan nila unggul yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu serta mendukung penyediaan indukan di wilayah DIY.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.