Cerita Pengemudi Betor Beralih ke Becak Listrik, Sekarang Sudah Tua, Nggak Kuat Ngayuh

Akurat.co,Jogja-Moda transportasi tradisional becak tengah mengalami evolusi.
Dulu masyarakat hanya mengenal keberadaan becak kayuh. Becak yang dikayuh menggunakan tenaga manusia atau pengemudinya.
Seiring zaman ada becak motor atau betor. Dan, kini muncul becak listrik.
Di Yogyakarta, penggunaan becak listrik semakin banyak seiring kebijakan pemerintah untuk membuat kawasan lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: 50 Pengemudi Becak Motor Malioboro Beralih ke Becak Listrik
Seperti halnya pengemudi becak di kawasan Malioboro. Berangsur, mereka yang dulu memakai kayuh, kemudian ke bentor, beralih lagi ke becak listrik.
Salah satu pengemudi becak kawasan Malioboro, Jagiyo menceritakan perubahan yang dialaminya.
Ia sudah 40 tahun menjadi pengemudi becak dari becak kayuh, becak motor, dan kini beralih ke becak listrik.
“Dulu kan ngayuh sekarang sudah tua pakai mesin (betor) 20 tahun.
Sekarang pakai becak listrik mengirit tenaga sudah tua nggak kuat ngayuh. Ini (betor) ditukar (becak listrik) tanpa bayar,” ujarnya.
Becak listrik yang didapatkannya berasal dari bantuan program CSR PT Kereta Api Daops VI Yogyakarta.
Tugiyo mengatakan, setelah mencoba sendiri, menurutnya becak listrik enak, tidak capek dari sisi tenaga.
"Operasional becak listrik seperti motor matic," tuturnya.
Bagian dari revolusi pemerintah Jogja
Tugiyo dan pengemudi becak lainnya di Kota Jogja merupakan bagian dari revolusi yang sedang dilakukan pemerintah setempat.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menandaskan, lambat tapi pasti becak yang konvensional harus habis.
"Kemudian secara bertahap, becak listrik hadir," ujarnya, terkait kebijakan tersebut.
Pihaknya berharap nantinya penggantian ke becak listrik terus berlanjut sampai 900 unit dalam waktu dua tahun.
Baca Juga: Sekda DIY Anjurkan ASN Menggunakan Becak saat Hadiri Acara Kegiatan Dinas
Hasto menyebut dengan bantuan CSR dan beberapa pihak sebelumnya sampai kini sudah sekitar 260 becak listrik di Yogyakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mewakili Sekda DIY penggunaan becak listrik merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian moda transportasi tradisional Yogyakarta dan bagian dari mewujudkan kawasan rendah emisi di wilayah kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.
“Penghapusan becak motor yang dilaksanakan bukan semata-mata penggantian alat transportasi, melainkan merupakan bagian dari mengurangi tekanan lingkungan dan mewujudkan kawasan rendah emisi di wilayah kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta," terangnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Slamet Riyadi Yogyakarta Tegaskan Pemberhentian Seorang Dosen Telah Melalui Prosedur
- 2Mahasiswa FTI UAJY Tuangkan Kisah dari Mata Kuliah Masyarakat Digital dalam Bentuk Buku
- 3Mengenal GIK UGM, Lokasi Diskusi Wamentan Sudaryono dan Budiman Sudjatmiko yang Berujung Ricuh
- 45 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 5BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam
- 6Soal Insiden Diskusi di UGM, Sudaryono: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
- 7SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi
- 8Unit Layanan Disabilitas UAJY Raih Pendanaan dari Kemdiktisaintek
- 95 Fakta Menarik Mukmin Juara SUCI 12, Alumni UMY yang Sempat jadi Marbot
- 10SPMB SMP Kota Jogja Sediakan 3.584 Kursi






