Sleman Jadi Tuan rumah Konferensi Pendidikan Indonesia 2026

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman akan jadi tuan rumah dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026.
Kegiatan akan dipusatkan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu-Kamis (01-02/06/2026) mendatang.
Kegiatan yang juga didukung oleh Lingkar Daerah Belajar ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”.
Tema ini sangat selaras dengan semangat Kabupaten Sleman, yaitu membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera dan memiliki kesempatan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan.
Baca Juga: Dinas Kebudayaan Sleman Gelar Peringatan Hari Bersejarah 'Kembalinya Jogja' 29 Juni 2026
"Forum nasional ini bertujuan memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan," kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Dwi Warni Yuliastuti, kepada media, Kamis (04/06/2026).
Lebih dari 350 peserta ditargetkan akan berpartisipasi dalam KPI 2026. Terdiri dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidikan, dunia usaha, media dan yang lain.
Selain itu, KPI 2026 juga membuka ruang bagi peserta umum, seperti mahasiswa, pemerhati pendidikan, komunitas, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap transformasi pendidikan.
KPI 2026 hadir sebagai ruang bersama untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan pendidikan, menyampaikan gagasan inovatif, serta membangun komitmen bersama dalam memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Disdik Sleman Tetapkan Regulasi Baru Bagi Calon Peserta Didik Jalur Afirmasi Disabilitas
"Kami percaya, pendidikan tidak dapat bergerak sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan anak-anak sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan," ungkapnya.
KPI 2026 akan mengangkat beberapa isu penting dalam pendidikan. Antara lain kesempatan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pendidikan dan perubahan iklim, pendidikan dan disrupsi teknologi, serta tata kelola dan anggaran pendidikan.
Tak ketinggalan isu gender, disabilitas dan inklusi sosial juga menjadi perhatian lintas tema agar pendidikan semakin berpihak kepada semua anak, termasuk kelompok rentan.
Untuk menghasilkan gagasan, jejaring, rekomendasi, dan rencana tindak lanjut yang nyata bagi masing-masing daerah, KPI 2026 tidak sekadar menjadi forum diskusi.
Baca Juga: DPRD dan Disdikpora DIY Temukan Fakta Penyebab Anak Tak Sekolah
"Melalui KPI 2026, kami berharap Sleman dapat menjadi ruang temu, ruang belajar, dan ruang kolaborasi bagi berbagai daerah di Indonesia," jelasnya.
Selain itu juga diharapkan mampu memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan, mendokumentasikan praktik baik pendidikan, melahirkan komitmen bersama, serta mendorong lahirnya rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









