Jogja

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas

Tegar Wahyudi | 9 Juni 2026, 14:29 WIB
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas
Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran. (dok. Kementerian ESDM)

Akurat.co, Jogja - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran (APG), Selasa (09/06/2026) pukul 08.59 WIB.

Berdasarkan laporan pengamatan petugas Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG), APG sejauh 2.000 meter tersebut mengarah ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.

"APG terekam dengan amplitudo maks 26,96 mm, durasi 136,83 detik," kata tim penyusun laporan Tri Mujiyanta dalam keterangannya.

Sepanjang pukul 06.00 - 12.00 WIB, Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitasnya.

Baca Juga: Masih Berstatus Siaga, Gunung Merapi Luncurkan 16 Kali Guguran Lava

Selain APG, terpantau 35 kali guguran berdurasi 26.43-115.46 detik. Untuk guguran lava sebanyak sembilan kali ke arah Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," katanya.

Baca Juga: Status Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar hingga Jarak 2000 Meter

Untuk itu, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Dan selalu mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.