BPBD Sleman dan Tim Ahli Pastikan, Teror Kebakaran di Kasuran Seyegan Bukan Karena Gas Alam

Akurat.co, Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan tim ahli resmi menutup hasil investigasi teror kebakaran yang terjadi Kasuran Seyegan Sleman.
Selanjutnya, hal ini diserahkan ke pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro, Selasa (16/06/2026).
Dijelaskannya, penyelidikan mengenai fenomena ini melibatkan banyak unsur. Mulai dari pemerintahan, akademisi dalam hal ini UGM dan UPN Veteran Yogyakarta dan masyarakat.
"Berdasarkan hasil penelitian dan observasi oleh pihak terkait. Baik dari unsur akademisi maupun unsur pemerintahan, yang memiliki ketugasan untuk melakukan riset terkait munculnya fenomena kebakaran di seyegan dapat disimpulkan, tidak ditemukan bukti kuat bahwa api muncul secara alami," jelasnya.
Baca Juga: Tanam Beringin Putih, Wabup Awali Prosesi Lampah Dalu Lereng Merapi
Berdasarkan uji sampel dari residu bekas kebakaran yang ada di lokasi kejadian oleh UGM, setelah dianalisis berasosiasi dengan adanya resin PVC yang mudah terbakar jika bertemu dengan sumber api.
Selain itu, berdasarkan hasil pengamatan geologi lapangan dan kajian geofisika yang telah dilakukan UPN “Veteran” Yogyakarta, tidak menemukan hubungan antara peristiwa kebakaran berulang dengan kondisi geologi sekitar dan keterdapatan gelembung gas di sungai Nepen.
Dari hasil uji Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), belum ditemukan adanya indikasi gas dari alam yang membahayakan hingga menyebabkan kebakaran, serta berdasarkan pengukuran suhu, belum ditemukan anomali suhu yang signifikan yang menunjukan pemicu timbulnya api.
Dilakukan pemasangan CCTV yang sudah dilakukan di lokasi kejadian digunakan sebagai alat untuk mengetahui secara visual bagaimana awal mula munculnya api, yang diharapkan bisa sebagai bahan tambahan untuk penelitian lanjutan.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bakal Membayangi Momen Lebaran 2026, BPBD Sleman Siagakan Posko 24 Jam
"Hasil observasi di lapangan yang dilakukan oleh BPBD Sleman, Polresta Sleman, Satpol PP Sleman Polsek Seyegan dan Koramil Seyegan, tidak pernah melihat secara langsung bagaimana awal mula api muncul secara alami," jelasnya.
Sekarang, BPBD Sleman menyerahkan tindak lanjut penyelidikan kepada pihak kepolisian.
Api misterius tersebut pertama kali muncul pada 23 Mei 2026. Hingga 13 Juni 2026 tercatat ada 126 kali muncul api.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Ega Rizky: Belum Kepikiran Pensiun, Masih Mau Berkarier Sakmampune
- 3Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5LKBN Antara Gelar Pameran Fotografi 'Merdeka' di Titik Nol Kilometer Yogya
- 6Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 7Belanja Rp20.000 di Pasar Kota Jogja Bakal Dapat Smartphone
- 8Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









