Jogja

Pastikan Wisatawan Aman dan Nyaman, Dispar Sleman Terbitkan SE Hadapi Momen Libur Sekolah

Atiek Widyastuti | 19 Juni 2026, 19:16 WIB
Pastikan Wisatawan Aman dan Nyaman, Dispar Sleman Terbitkan SE Hadapi Momen Libur Sekolah
Jip Merapi jadi salah satu daya tarik wisatawan di Kabupaten Sleman. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Kabupaten Sleman diprediksi akan dijadikan salah satu lokasi di momen libur sekolah tahun ini.

Guna memastikan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan dan pengelola wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menerbitkan Surat Edaran (SE).

SE tersebut berisi mengenai Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, Dan Menyenangkan pada saat Libur Sekolah.

"SE diterbitkan guna memastikan agar wisatawan bisa merasa aman dan nyaman selama liburan di Sleman," kata Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, Jumat (19/06/2026).

Baca Juga: Dispar Sleman Targetkan 450 Ribu Wisatawan di Momen Libur Sekolah

Ada sembilan poin yang ada dalam SE tersebut. Pertama, memastikan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di destinasi pariwisata dan usaha pariwisata secara ketat.

Kedua, melakukan kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala, terutama untuk wahana dengan tingkat risiko secara rutin dan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas/wahana jika terdapat kerusakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan dan wisatawan.

Ketiga, pengelola destinasi pariwisata agar dapat bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat terkait penyediaan kebutuhan wisatawan guna meningkatkan perekonomian lokal.

Keempat, memastikan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata (penyediaan akomodasi, makan dan minum, cindera mata dan usaha lainnya yang mendukung kegiatan berwisata.

Baca Juga: Jeep Wisata Merapi Lava Tour Jalani Pemeriksaan demi Keselamatan Wisatawan

Kelima, mematuhi dan mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi yang mengakibatkan perubahan status Gunungapi Merapi.

Keenam, melakukan kerja sama dan koordinasi dengan layanan kedaruratan dan keamanan terdekat seperti Rumah Sakit, Palang Merah Indonesia, Kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, demi menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan.

Ketujuh, menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi Wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata, melalui kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala, terutama bagi pengelola jip wisata di Kawasan Kaliurang, Kawasan Kaliadem, dan Tebing Breksi.

Kedelapan, tidak menaikkan harga produk/layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan di tempat yang dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan.

Kesembilan, mengelola sampah dan limbah yang timbul dari aktivitas di destinasi wisata, desa wisata dan usaha jasa pariwisata untuk menjamin kelestarian, kebersihan dan keasrian lingkungan.

Baca Juga: Libur Panjang, Pesanan Wisata Jip Merapi Melonjak

"Selama momen libur sekolah ini, kami menargetkan 450 ribu wisatawan. Turun 12,5 persen dibanding periode libur sekolah tahun lalu," ungkapnya.

Angka tersebut meliputi pergerakan wisatawan, length of stay, okupansi hotel, capaian retribusi pariwisata yang dikelola Pemkab Sleman dan belanja wisatawan.

Merujuk pada kalender akademik, libur sekolah 2026 dimulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026. Pencatatan tingkat kunjungan ke destinasi akan dimulai 20 Juni 2026 hingga 12 Juli 2026 atau selama 23 hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.