Jogja

Bantul Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih

Haris Ma'ani | 26 Juni 2026, 08:24 WIB
Bantul Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih
BPD Bantul saat melaksakanan penyaluran air bersih ke wilayah terdampal pada Senin (22/6/2026). (foto: ANTARA/HO-BPBD Bantul)

Akurat.co,Jogja-Sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, Yogyakarta mulai dilanda kekeringan.

Salah satunya Kapanewon Dlingo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan di Dusun Loputih, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, pada Senin (22/6) lalu.

Baca Juga: Diduga Terpeleset, Lansia di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur

"Di Loputih, Dlingo, sudah dilakukan dropping air untuk 200 jiwa pada Senin kemarin," katanya dikutip dari antara jogja, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, warga di wilayah tersebut tidak dapat menggunakan air bersih karena debit air pada sumur bor mengalami penurunan.

"Hal itu membuat jaringan pompa mengalami kendala," kata Mujahid.

BPBD Bantul juga tengah melakukan verifikasi lapangan terkait informasi adanya kekeringan di tiga kalurahan (kelurahan) yakni Jatimulyo, Sriharjo, dan Selopamioro.

Baca Juga: Tinggalkan Gadget, Ratusan Pelajar di Bantul Diajak Kembali ke Permainan Tradisional

Informasi tersebut, lanjut Mujahid, masih berasal dari masyarakat dan belum disertai laporan resmi dari pemerintah kalurahan terkait kondisi kekeringan di wilayah itu.

"Sudah ada data informasi yang masuk ke kami, ada tiga titik kekeringan yakni di daerah Semuten, Kapanewon Dlingo, Sriharjo bagian atas, dan Selopamioro," kata Mujahid.

Menurut dia, petugas diminta melakukan verifikasi lapangan sekaligus memetakan serta menghitung kebutuhan air bersih di lokasi tersebut.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.