Jogja

37 Tangki Air Bersih Diturunkan Atasi Kekeringan di Rongkop Gunungkidul

Haris Ma'ani | 10 Agustus 2026, 16:33 WIB
37 Tangki Air Bersih Diturunkan Atasi Kekeringan di Rongkop Gunungkidul
Armada tangki yang diturunkan atasi kekeringan di Gunungkidul. (foto: pemkab gunungkidul)

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 37 armada tangki air bersih diterjunkan Pemkab Gunungkidul untuk mengatasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah di Kapanewon Rongkop, Gunungkidul.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto pada Senin (10/8/2026).

Joko Parwoto menegaskan bahwa Pemkab Gunungkidul saat ini memfokuskan perhatian pada penanganan krisis air bersih di wilayah terdampak kekeringan.

Baca Juga: Ironi Gunungkidul, Potensi Air Bawah Tanah Luar Biasa tapi Masih Kekeringan

"Penanganan ini menjadi prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, selain mengandalkan anggaran daerah dan dukungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pemerintah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah donatur swasta untuk menjangkau titik-titik yang belum terlayani jaringan air bersih.

Menurut Joko, langkah penanganan tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek melalui distribusi bantuan air, tetapi juga diarahkan pada solusi jangka panjang.

Saat ini, pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengupayakan penelitian dan pencarian sumber mata air baru guna memperluas akses infrastruktur air bagi masyarakat Gunungkidul.

“Pemerintah berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan air saat musim kemarau tiba,” katanya.

Terkait sektor pertanian, Joko menyebut dampak kekeringan mulai dirasakan oleh para petani.

Namun, hingga saat ini belum ditemukan laporan mengenai gagal panen karena petani dinilai cukup adaptif dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Baca Juga: Gunungkidul Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan sampai Agustus 2026

Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh perangkat kalurahan dan kapanewon untuk terus memperkuat koordinasi sehingga intervensi bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.